comscore

KPK Endus Pihak yang Pengaruhi Saksi Kasus PEN

Fachri Audhia Hafiez - 28 Juni 2022 14:53 WIB
KPK Endus Pihak yang Pengaruhi Saksi Kasus PEN
Plt juru bicara KPK, Ali Fikri. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengendus sejumlah pihak yang memengaruhi saksi kasus dugaan suap terkait pengajuan pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) pada 2021. Perkara ini salah satunya menjerat Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Muna Sukarman Loke (SL).

"KPK memperoleh informasi dugaan terkait adanya pihak-pihak tertentu yang sengaja memengaruhi saksi untuk tidak menerangkan dengan jujur dihadapan penyidik KPK," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Selasa, 28 Juni 2022.
KPK mengultimatum pihak yang memengaruhi saksi. Mereka yang terlibat akan dijerat dengan Pasal 21 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terkait merintangi penyidikan.

"KPK mengingatkan adanya ancaman pidana sebagaimana ketentuan Pasal 21 UU Tipikor," ujar Ali.

Ali belum membeberkan saksi yang mendapat pengaruh jahat tersebut. Teranyar, KPK memeriksa empat saksi pada Senin, 27 Juni 2022.

Para saksi, yakni Kepala BNPB Kabupaten MK Muna Dahlan dan tiga aparatur sipil negara (ASN), La Mahi, Hidayat, dan Lumban Gaol. Mereka diperiksa untuk tersangka Sukarman.

"Dikonfirmasi antara lain terkait dengan pengusulan dana PEN untuk Kabupaten Muna yang diduga diurus oleh tersangka SL," ucap Ali.
 

Baca: Muluskan Proyek di Koltim, Adik Bupati Muna Cawe-cawe Urus Dana PEN


KPK mengumumkan dua tersangka baru dalam kasus dugaan suap pengajuan dana PEN di Kolaka Timur pada 2021. Yakni, wiraswasta LM Rusdianto Emba serta Sukarman.

Rusdianto sebagai tersangka pemberi suap disangkakan melanggar Pasal 5 ayat (1) huruf a atau 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Sedangkan, Sukarman yang ditetapkan sebagai tersangka penerima suap dijerat dengan Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id