comscore

Tahanan Polres Jaksel Tewas dengan Sejumlah Luka

Aria Triyudha - 15 Januari 2022 15:58 WIB
Tahanan Polres Jaksel Tewas dengan Sejumlah Luka
Ilustrasi/Medcom.id
Jakarta: Seorang tahanan kasus narkoba Polres Jakarta Selatan (Jaksel) berinisial NFS, tewas di Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur, Kamis malam, 13 Januari 2022. Sejumlah bekas luka diduga tanda kekerasan ditemukan di tubuh korban yang berusia sekitar 30 tahun.

"(Kamis malam) dia meninggal dunia, (ada) luka di kaki kulitnya pecah jadi menimbulkan bercak darah banyak. Kemudian ada juga (luka) di bagian paha," kata rekan korban berinisial B kepada wartawan, Jumat malam, 14 Januari 2022.
Baca: 2 Terpidana Mati Kasus Narkotika Asal Aceh Dipindah ke Nusakambangan

NFS ditahan di Rumah Tahanan Polres Jaksel terkait kasus kepemilikan ganja. NFS ditangkap anggota dari Polres Jaksel di Bali pada 16 Desember 2021.

Dalam tahanan, NFS diduga mengalami tindak kekerasan. Hal tersebut diinformasikan kepada B pada 7 Januari 2022. Ujungnya, NFS dibawa ke RS Polri pada 10 Januari 2022.

"Di RS Polri ini dia hanya dikasih obat-obatan sama vitamin dan infus sebentar abis itu dipulangkan lagi (ke tahanan)," ucap B.

Dia mengatakan rekannya kembali mengalami tindak kekerasan di tahanan. NFS bercerita kepada B bahwa kondisinya dianggap hanya akting oleh lingkungan tahanan.

NFS kemudian dibawa lagi ke RS Polri pada Rabu, 12 Januari 2022. Kondisi NFS kembali menurun. B membesuk NFS di Polri Kramat Jati pada Kamis sore, 13 Januari 2022.

Saat itu lah, B melihat sejumlah luka di tubuh NFS. B mengatakan NFS sudah tidak bisa berbicara dengan lancar.

B menilai korban tidak mendapatkan perawatan medis secara khusus dan sempat bercerita tentang dugaan tindak kekerasan yang dialaminya. Setelah membesuk, B pulang ke rumah.

"Lalu, ada penyidik telepon (Kamis malam) pukul 22.00 WIB malam bilang dia (NFS) meninggal," ujar B.

B mengatakan rekannya memiliki riwayat penyakit jantung. Ada tiga ring terpasang di jantungnya.

Sementara itu, Kapolres Jaksel, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto merespons kabar tersebut. Dia membenarkan ada tahanan yang meninggal dunia.

"Benar, ada tahanan Satreskoba meninggal dunia karena sakit, (yang bersangkutan) demam dan tidak nafsu makan," kata Budhi saat dikonfirmasi Medcom.id, Sabtu, 15 Januari 2022.

Budhi juga merespons sejumlah luka di tubuh narapidana. Menurut dia, pihaknya tidak melihat hal tersebut sebagai penyebab meninggalnya NFS.

"Kami tidak melihat itu," kata dia.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id