John Kei, Pembunuhan Berencana, dan Ancaman Hukuman Mati

    Juven Martua Sitompul - 24 Juni 2020 08:22 WIB
    John Kei, Pembunuhan Berencana, dan Ancaman Hukuman Mati
    John Kei - MI/Sumaryanto Bronto
    Jakarta: John Refra alias John Kei harus kembali berurusan dengan hukum. John kali ini terlibat kasus penganiayaan dan keributan di Green Lake City, Tangerang, Minggu, 21 Juni 2020.

    John baru menghirup ‘udara segar’ setelah dinyatakan bebas bersyarat pada 26 Desember 2019, atas perkara pembunuhan. John dibebaskan berdasarkan surat keputusan Menteri Hukum dan HAM RI Nomor Pas-1502.PK.01.04.06 Tahun 2018 tanggal 23 Desember 2020.

    Pembebasan bersyarat itu juga tak lepas dari perubahan prilaku John. Selama mendekam di bui, John dinilai menjadi lebih dekat dengan Tuhan.

    John acap kali membuat kesaksian-kesaksian soal pertobatannya. Bahkan, penagih utang yang kerap berbuat sadis itu sering membaca alkitab saat berada di sel.

    Namun, belum setahun bebas, John justru kembali berulah. John diduga terlibat peristiwa percobaan pembunuhan terhadap pamannya, Nus Kei.

    Konflik pribadi itu didasari pembagian hasil jual tanah di Ambon yang dianggap tidak adil. John merasa dirugikan dan dikhianati sang paman.

    Berikut rentetan pembunuhan berencana yang dilakukan John:
     

    Anak Buah John Kei Menyerang Rumah Paman

    Penyerangan terjadi di kawasan klaster Australia Kompleks Green Lake City, Cipondoh, Tangerang sekitar pukul 12.30 WIB, Minggu, 21 Juni 2020. Peristiwa itu terekam oleh gawai milik warga setempat.
     
    Dalam video yang bereder di media maya, sekelompok orang mendatangi salah satu rumah di klaster Australia Boulevard Nomor 52, Green Lake City, Tangerang. Perempuan yang merekam kejadian itu mengatakan ada penyerangan di depan rumahnya.

    Usai kejadian, polisi bergerak mengusut penyerangan tersebut. Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya akhirnya menangkap John Kei dan 21 anggotanya di Jalan Titian Indah Utama X, Bekasi, Jawa Barat, Minggu, 21 Juni 2020 sekitar pukul 20.15 WIB. Selang beberapa jam, polisi kembali menangkap tiga pelaku menjadi total 25 orang. Seluruhnya dibawa ke Polda Metro Jaya.

    Berdasarkan hasil pengembangan, polisi kembali menangkap lima teduga pelaku. Total pelaku penganiayaan dan pembunuhan yang telah ditangkap hingga saat ini sebanyak 30 orang.

    Ke-30 orang itu masih menjalani pemeriksaan intensif di Polda Metro Jaya. Penyidik tengah mendalami peran masing-masing.

    "Perannya apa saja kita cari tahu," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 22 Juni 2020.
     

    Anak Buah Nus Kei Terbunuh

    John Kei dan anak buahnya menyerang kediaman sang paman, Nus Kei, di kawasan klaster Australia Kompleks Green Lake City, Cipondoh, Tangerang. Peristiwa dugaan percobaan pembunuhan oleh John Kei terjadi sekitar pukul 12.30 WIB, Minggu, 21 Juni 2020.

    Dalam penyerangan itu, seorang anak buah Nus Kei, Yustus Corwing alias ER, tewas dibacok. Satu anak buah lainnya bernama Angky ikut menjadi korban kebrutalan John dan anak buahnya.

    Empat jari tangan Angky putus akibat terkena bacokan. Kemudian seorang sekuriti, Nugroho Adi Wibowo, tertabrak. Termasuk, pengemudi ojek online, Andreansah, tertembak pada bagian jempol kaki kanan.
     
    Dalam peristiwa ini polisi menyita sejumlah barang bukti antara lain; 28 buah tombak, 24 buah senjata tajam, tiga buah ketapel panah, dua buat stik baseball, 17 ponsel, dan sebuah dekoder hikvision.
     
    John Kei dan anak buahnya dijerat Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Tindak Pidana Penyalahgunaan Senjata Api, Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 169 KUHP tentang Pemufakatan Jahat, Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. Mereka terancam dihukum mati.
     

    Anak Buah John Kei Bawa Kabur Senjata Api

    Tujuh tembakan menggegerkan warga saat keributan terjadi di Green Lake City, Kota Tangerang, Banten, Minggu, 21 Juni 2020. Namun, polisi tak berhasil menyita senjata api tersebut.
     
    "Kami masih kejar siapa pemilik senjata api. Ada tiga pelaku masuk daftar pencarian orang (DPO), salah satunya itu ada yang membawa senpi, masih kita kejar," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 22 Juni 2020.
     
    Dari hasil pemeriksaan sementara, tujuh timah panas dimuntahkan anak buah John saat kericuhan di gerbang Green Lake City. Tembakan mengenai jempol kaki kanan pengemudi ojek online (ojol). Korban dirawat di Rumah Sakit Medika Karang Tengah, Tangerang, Banten.

    Selain senjata api, John dan anak buah mendatangi rumah sang paman, Nus Kei, dengan dilengkapi senjata tajam. Akibat peristiwa itu satu anak buah Nus Kei, yakni Yustus Corwing alias ER, tewas dibacok.

    Satu anak buah lainnya bernama Angky ikut menjadi korban kebrutalan John dan anak buahnya. Empat jari tangan Angky putus akibat terkena bacokan. Kemudian seorang sekuriti, Nugroho Adi Wibowo, tertabrak.

    Dalam peristiwa ini polisi menyita sejumlah barang bukti antara lain; 28 buah tombak, 24 buah senjata tajam, tiga buah ketapel panah, dua buat stik baseball, 17 ponsel, dan sebuah dekoder hikvision.
     
    John Kei dan anak buahnya dijerat Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Tindak Pidana Penyalahgunaan Senjata Api, Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 169 KUHP tentang Pemufakatan Jahat, Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan dan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan. Mereka terancam dihukum mati.
     

    Polisi Kantongi Fakta Pembunuhan Berencana John Kei

    Kasus dugaan percobaan pembunuhan berencana John Kei terhadap pamannya, Nus Kei, terus didalami. Penyidik mendapati sejumlah fakta baru terkait tindak pidana itu.

    Beberapa fakta yang dikantongi penyidik, yakni pertama ihwal rencana pembunuhan terhadap Nus Kei, dari mulai mengumpulkan massa, mengarahkan, dan pembagian tugas masing-masing anak buah John.
     
    Fakta-fakta baru itu diketahui dari hasil pemeriksaan John Kei dan 29 anak buahnya. Selain membagi tugas masing-masing anak buah, John Kei mengarahkan anak buahnya ke beberapa titik.

    Titik pertama di rumah keluarga Nus Kei di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat. Kemudian, di rumah Nus Kei di perumahan Green Lake City, Kota Tangerang, Banten.

    "Di daerah Green Lake tujuannya mencari Nus Kei saat itu, ada 25 orang berangkat ke sana," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 23 Juni 2020.

    Anak buah John Kei juga diminta berjaga di markas John, Jalan Titian Indah Utama X, Bekasi, Jawa Barat. Lokasi selanjutnya yakni di tiga titik, Pondok Gede, Tangerang, dan Bekasi.
     
    "Tujuannya mereka untuk mencari sasaran-sasaran yang dia rencanakan siapa saja yang dijadikan target termasuk di dalamnya adalah Nus Kei sendiri," kata Yusri.


    John Kei Terancam Hukuman Mati

    John Kei melakukan percobaan pembunuhan kepada pamannya, Nus Kei. Seorang anak buah Nus Kei, ER, tewas kena bacok akibat penyerangan itu.
     
    "Kalau ancaman hukuman terpenuhi, maksimalnya hukuman mati," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Tubagus Ade Hidayat di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin, 22 Juni 2020.
     
    John Kei memerintahkan anak buahnya membunuh Nus Kei. Residivis kasus pembunuhan itu membagi anak buahnya untuk beraksi di rumah keluarga Nus Kei, Kosambi, Jakarta Barat dan di rumah Nus Kei, di Green Lake City, Kota Tangerang, Banten.

    "Ada pemufakatan jahatnya ketika menyusun perencanaan, ada yang saat kejadian itu dia menjaga, ada yang bertugas mencari-cari temannya (Nus Kei), atau yang menjadi sasaran berikutnya," ujar mantan Kapolres Metro Jakarta Selatan itu.

    John Kei dan anak buahnya dijerat pasal berlapis. Mereka dijerat Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang Tindak Pidana Penyalahgunaan Senjata Api, Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana, Pasal 169 KUHP tentang Pemufakatan Jahat, Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan, dan Pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan.
     

    Negara Tak Boleh Kalah dengan Preman

    Kapolri Jenderal Idham Azis mengapresiasi Polda Metro Jaya atas penangkapan kelompok John Kei. Komplotan preman itu berbuat onar di Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat dan di perumahan Green Lake City, Tangerang, Banten.
     
    "Kuncinya adalah negara tidak boleh kalah dengan preman," kata Idham saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin, 22 Juni 2020.
     
    Menurut dia, penganiayaan, perusakan, atau penjarahan sangat tidak dibenarkan. Jenderal bintang empat itu memastikan John Kei dan anak buahnya mendapatkan hukuman yang setimpal.

    "Polri tidak akan memberikan ruang kepada kelompok preman yang membuat resah dan takut masyarakat. Kita proses dan kita kawal hingga ke persidangan nanti," kata mantan Kapolda Metro Jaya itu.
     
    Aksi kekerasan terjadi pada Minggu, 21 Juni 2020, didasari pembagian hasil jual tanah yang dinilai tidak merata antara John Kei dan pamannya, Nus Kei. Polisi menangkap 30 pelaku termasuk John Kei dalam kerusuhan itu.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id