Ditjen Dukcapil: Tidak Semua Orang Tahu Buron Indonesia

    Theofilus Ifan Sucipto - 16 Juli 2020 19:17 WIB
    Ditjen Dukcapil: Tidak Semua Orang Tahu Buron Indonesia
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil) menyebut tidak semua pegawai dukcapil tahu status buronan Indonesia. Apalagi, sejumlah data buronan belum masuk sistem.

    "Tidak semua tahu siapa buronan-buronan di Indonesia," kata Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakhrullah dalam program NewsMaker yang dipandu Direktur Pemberitaan Medcom.id, Abdul Kohar, Kamis, 16 Juli 2020.

    Menurut Zudan, terdapat lebih dari 60 ribu pegawai dinas dukcapil di 514 kabupaten dan kota. Seluruh pegawai, kata dia, ditanamkan pola pikir fokus melayani publik.

    "Meski (kasus Djoko) ramai di televisi dan media karena tidak concern penegakan hukum," ujar Zudan.

    Zudan mengaku sempat meminta pegawainya menyebutkan lima buronan Indonesia. Hasilnya, sebagian besar pegawai hanya tahu buronan kasus pembobolan uang di Bank of China Limited, Eddy Tansil.

    "Ada yang bilang Djoko Tjandra, tapi tahunya karena ramai sekarang ini," kata dia.

    Baca: Lurah Grogol Selatan Dinonaktifkan Buntut KTP-el Djoko Tjandra

    Menurut Zudan, ada puluhan buronan Indonesia. Dia berharap lembaga penegak hukum seperti Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kepolisian memberi data buronan tersebut. Data itu bakal diolah Dukcapil Kemendagri untuk membarui data buronan.

    Sehingga mereka tidak bisa mengubah identitas dan melarikan diri. "Kalau masuk sistem dan ada orang dicurigai, akan ada tanda ini buronan," ucap Zudan.    

    Sebelumnya, Lurah Grogol Selatan, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, Asep Subhan, dibebastugaskan sementara. Hal ini buntut pembuatan KTP berbasis elektronik (KTP-el) untuk Djoko.
     
    "(Asep) dinonaktifkan," kata Wali Kota Jakarta Selatan Marullah saat dikonfirmasi, Jumat, 10 Juli 2020.  

    Berdasarkan hasil investigasi, Asep sempat bertemu dengan pengacara Djoko, Anita Kolopaking, pada Mei 2020 di rumah Dinas Lurah.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id