Ekstradisi Maria Dianggap Cuma Menutupi Kegagalan Menangkap Djoko Tjandra

    Fachri Audhia Hafiez - 09 Juli 2020 17:09 WIB
    Ekstradisi Maria Dianggap Cuma Menutupi Kegagalan Menangkap Djoko Tjandra
    Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman. MI/Rommy Pujianto
    Jakarta: Ekstradisi Maria Pauline Lumowa dinilai hanya untuk menutupi rasa malu Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna H Laoly. Yasonna dinilai gagal atas bobolnya buron kasus korupsi cessie (hak tagih) Bank Bali, Djoko Soegiarto Tjandra, yang keluar masuk Indonesia.

    "Bahkan Djoko Tjandra mampu bikin KTP-el baru, paspor baru, dan mengajukan upaya hukum peninjauan kembali (PK) di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan," ujar Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman kepada Medcom.id, Kamis, 9 Juli 2020.

    Boyamin mengatakan ekstradisi Maria membuktikan jika pemerintah serius, mengejar buronan kelas kakap pun bisa tertangkap. Ia berharap upaya Kemenkumham itu berlaku untuk daftar pencarian orang (DPO) lainnya.

    "Pemerintah akan bisa menangkap Djoko Tjandra, Eddy Tansil, Honggo Wendratno, dan buron-buron kakap lainnya," ujar Boyamin.

    Boyamin mendorong pemerintah mencabut berlakunya paspor para buron tersebut. Kemudian melakukan diplomasi dengan meminta negara-negara lain yang memberikan paspor untuk juga mencabutnya. Sehingga buron tidak leluasa bepergian.

    "Meskipun demikian, kita tetap memberikan apresiasi meski sedikit atas tertangkapnya Maria Pauline Lumowa dan semoga segera tertangkap Djoko S Tjandra," ujar Boyamin.

    Baca: Buron 17 Tahun, Pembobol BNI Diekstradisi dari Serbia

    Maria merupakan salah satu tersangka pembobol Bank BNI melalui L/C fiktif yang terjadi pada 2003. Warga negara Belanda sejak 1979 itu telah membuat negara dirugikan Rp1,7 triliun atas perbuatannya.

    Maria ditangkap NCB Interpol Serbia di Bandara Internasional Nikola Tesla, Beograd, Serbia pada 16 Juli 2019. Butuh hampir satu tahun untuk pemerintah Indonesia mengurus upaya ekstradisi buronan 17 tahun itu.

    Maria akan menghadapi proses hukum atas dugaan melakukan pelanggaran terhadap Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman pidana maksimal seumur hidup.

    (AZF)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id