Polri Bersedia Siapkan Pengacara untuk Maria Pauline

    Kautsar Widya Prabowo - 16 Juli 2020 04:01 WIB
    Polri Bersedia Siapkan Pengacara untuk Maria Pauline
    Tersangka kasus pembobolan BNI, Maria Pauline Lumowa, diekstradisi dari Serbia ke Indonesia setelah 17 tahun buron. Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
    Jakarta: Polri berusaha segera menyelesaikan kasus tersangka pembobolan kas Bank Nasional Indonesia (BNI), Maria Pauline Lumowa. Pengacara untuk mendampingi Maria siap disediakan.  

    "Kalau yang bersangkutan tidak menyediakan (pengacara), kita siapkan sendiri," ujar Kepala Divisi (Kadiv) Humas Polri Inspektur Jenderal (Irjen) Argo Yuwono dalam konferensi pers di Gedung Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri, Jakarta Selatan, Rabu, 15 Juli 2020. 

    Argo memastikan seluruh kebutuhan hukum untuk dapat mengeksekusi Maria akan disiapkan. Pasalnya, pemeriksaan Maria sempat terhenti. Maria meminta pendampingan pengacara dari Kedutaan Besar (Kedubes) Belanda. 

    "Kalau nanti sudah ada lawyer Kedubes Belanda kita lakukan pemeriksaan," tutur Argo.

    Sementara itu, Kedutaan Besar (Kedubes) Belanda membenarkan salah satu warga negaranya tengah tersandung kasus hukum. Maria akan mendapat bantuan konsuler, tetapi tidak untuk bantuan hukum.

    Tersangka kasus pembobolan PT BNI (Persero), Maria Pauline Lumowa, dipersilakan menunjuk penasihat hukum. Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) membuka akses kepada Kedutaan Besar Belanda untuk membantu warga negaranya itu.

    "Sebagai warga negara asing, tentu kita akan memberi akses kepada kedutaan besarnya sebagai bagian perlindungan terhadap warga negara mereka," kata Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkum HAM) Yasonna H Laoly dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 9 Juli 2020.

    Maria salah satu tersangka pembobol Bank BNI melalui letter of credit (L/C) fiktif pada 2003. Negara dirugikan Rp1,7 triliun atas perbuatannya.
     
    Dia ditangkap National Central Bureau (NCB) International Criminal Police Organization (Interpol) Serbia di Bandara Internasional Nikola Tesla, Beograd, pada 16 Juli 2019. Butuh hampir satu tahun bagi pemerintah Indonesia mengurus ekstradisi Maria.

    Baca: Maria Pauline Emoh Diperiksa Sendirian

    Setelah 17 tahun buron, Maria menghadapi proses hukum atas dugaan pelanggaran Pasal 2 ayat (1) dan Pasal 3 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001. Ancaman hukuman maksimal penjara seumur hidup menantinya.
     
    Teranyar, polisi mengenakan Pasal 3 ayat 1 UU Nomor 25 tahun 2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) kepada Maria. Aset-aset warga Belanda itu bakal ditelusuri.

    (OGI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id