Penyuap Kepala BPJN XII Dijebloskan ke Bui

    Candra Yuri Nuralam - 12 Maret 2020 07:56 WIB
    Penyuap Kepala BPJN XII Dijebloskan ke Bui
    Ilustrasi. Medcom.id.
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengeksekusi Direktur PT Harlis Tata Tahta (HTT), Hartoyo ke Lapas Klas II A Samarinda. Eksekusi ini dilakukan setelah putusan Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Samarinda inkrah.

    "Adapun putusan Pengadilan Tipikor Samarinda kepada terpidana yaitu pidana penjara selama dua tahun dan denda Rp100 juta Subsidair tiga bulan pidana kurungan," kata Pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Kamis 12 Maret 2020.

    Haryoto dijebloskan ke bui sejak, Rabu 11 Maret 2020. Haryoto dieksekusi atas perkara suap terkait dengan pengadaan proyek jalan di Provinsi Kalimantan Timur pada 2018 sampai 2019.

    Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Kalimantan Timur awalnya mengadakan pekerjaan preservasi rekonstruksi SP3 Lempake-SP3 Sambera-Santan-Bontang-Dalam Kota Bontang-Sangatta dengan anggaran tahun jamak 2018-2019. Nilai kontrak proyek ini Rp155,5 miliar. 

    PT HTT milik Hartoyo menjadi pemenang lelang proyek. Dalam proses pengadaan proyek, HTY diduga memiliki kesepakatan untuk memberikan jatah kepada Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional XII Balikpapan, Refly Tuddy Tangkere dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) di Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional XII Balikpapan Andi Tejo Sukmono. Commitment fee yang diduga disepakati 6,5 persen dari nilai kontrak setelah dikurangi pajak.

    Baca: Kepala BPJN Nonaktif Segera Diadili 

    Fulus ini diduga diterima Refly dan Andi melalui setoran setiap bulan dari baik secara tunai maupun transfer. Refly diduga menerima uang sebanyak delapan kali dengan dengan total Rp2,1 miliar. 

    Andi diduga menerima transfer dana setiap bulan melalui rekening atas nama BSA. Rekening itu diduga sengaja dibuat untuk menerima uang dari Hartoyo. Andi menguasai buku tabungan dan kartu ATM rekening itu serta mendaftarkan nomor teleponnya sebagai akun SMS banking. 

    Rekening tersebut dibuka pada Sabtu, 3 Agustus 2019, dan menerima transfer dana pertama kali dari Hartoyo pada Rabu, 28 Agustus 2019. Sabtu, 14 September 2019, PT HTT diumumkan sebagai pemenang lelang pekerjaan. Kontrak diteken Kamis, 26 September 2019.

    Penyuap Kepala BPJN XII Dijebloskan ke Bui
    Pelaksana tugas juru bicara KPK Ali Fikri. Medcom.id/Arga Sumantri

    Hartoyo mengirim uang kepada rekening BSA hingga Rp1,59 miliar. Duit Rp630 juta sudah digunakan untuk kepentingan pribadi Andi. Selain itu, Andi juga beberapa kali menerima pemberian uang tunai dari Hartoyo hingga Rp3,25 miliar.

    Uang yang diterima Andi dari Hartoyo tersebut salah satunya merupakan sebagai pemberian gaji sebagai PPK proyek pekerjaan yang dimenangkan oleh PT HTT.

    Gaji ini diberikan kepada Andi mencapai Rp250 juta setiap kali ada pencairan uang pembayaran proyek kepada PT HTT. Setiap pengeluaran PT HTT untuk gaji PPK tersebut dicatatkan staf keuangan PT HTT dalam laporan perusahaan.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id