Firli: KPK Sedang Perkuat Pencegahan

    Candra Yuri Nuralam - 22 Maret 2020 08:08 WIB
    Firli: KPK Sedang Perkuat Pencegahan
    Gedung Merah Putih KPK. Foto: MI/Rommy Pujianto
    Jakarta: Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Komisaris Jenderal (Komjen) Firli Bahuri mengatakan pihaknya fokus menangkal kasus rasuah. Pencegahan dinilai memiliki pangaruh besar dalam menghadapi perkembangan kasus korupsi.

    "KPK saat ini sedang memperkuat pencegahan sesuai amanat Undang-Undang KPK (UU Nomor 19 Tahun 2019). Pasalnya, pencegahan dipandang lebih konstruktif, efisien, dan berdampak luas bagi kesejahteraan masyarakat," kata Firli di Jakarta, Sabtu, 21 Maret 2020.

    Menurut dia, pencegahan perlu ditingkatkan sejak dini. Hal ini mengingat pencegahan korupsi butuh strategi yang sangat matang.

    "Pemberantasan korupsi harus dilakukan secara terencana, terpadu, simultan antara pencegahan yang diawaki oleh Kedeputian Pencegahan dan penindakan yang dilakukan oleh Kedeputian Penindakan," ujar Firli.

    Meski sedang terfokus terhadap tindakan pencegahan, Firli menepis KPK melemahkan soal penindakan. Saat ini, kata dia, KPK masih bekerja keras mengurus kasus meski adanya wabah virus korona (covid-19).

    "Rekan-rekan yang bertugas di penindakan berupa penyelidikan, penyidikan, penuntutan, dan eksekusi saat ini tetap bekerja," ujar Firli.

    Firli menambahkan penanganan korupsi dari Kedeputian Penindakan tidak hanya dilakukan di Ibu Kota. Lembaga Antikorupsi terus mengorek informasi dari saksi yang dihadirkan dalam kasus rasuah di daerah.

    Firli: KPK Sedang Perkuat Pencegahan
    Ketua KPK Komjen Firli Bahuri. Foto: MI/Susanto

    Baca: KPK Wanti-Wanti Kepala Daerah Soal Perizinan Investor

    Mantan Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Polri yakin penguatan pencegahan tidak bermasalah. Dia optimistis ke depannya korupsi di Indonesia bisa berkurang dengan strategi racikannya.

    "Bayangkan jika pencegahan tidak dilakukan, triliunan rupiah anggaran pengentasan kemiskinan, penanganan bencana, dan lainnya akan dicuri koruptor. Berapa juta orang miskin dan anak putus sekolah yang bisa diselamatkan dengan sistem pencegahan yang kuat. Berapa nyawa yang akan terselamatkan," tutur Firli.




    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id