DH Dianiaya Pakai Senpi saat Beli Mobil

    Siti Yona Hukmana - 18 Maret 2020 18:03 WIB
    DH Dianiaya Pakai Senpi saat Beli Mobil
    Polda Metro Jaya merilis penganiayaan kepada calon pembeli mobil, DH. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
    Jakarta: DH, calon pembeli mobil Porsche jenis Macan warna hitam, dianiaya sang pemilik mobil, AK. Penaniayaan terjadi saat keduanya nego harga di kawasan Jakarta Barat, Rabu, 29 Januari 2020.

    "AK memukul DH menggunakan senjata api pada bagian kuping sebelah kanan yang mengakibatkan luka berdarah, kemudian menonjok mata kiri dan kanan, lalu luka pada leher, dan kepala akibat sundutan rokok," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 18 Maret 2020.

    Tak terima dengan perlakuan tersebut, DH melaporkan AK ke Polres Metro Jakarta Barat. Polisi kemudian menangkap AK di Veranda Residence Pesanggarahan, Jakarta, pukul 23.20 WIB.

    "Kita dimudahkan menemukan AK karena ada rekaman saat perselisihan," ujar Nana.

    AK langsung digiring ke Polres Metro Jakarta Barat. Saat diperiksa, AK mengaku dapat senjata api jenis Zoraki MOD 9 mm waena hitam dari JR.

    Polisi pun mengejar JR dan menangkapnya di kawasan Jakarta Barat pada Kamis, 30 Januari 2020. Dua senjata api ilegal berikut peluru disita.

    "JR mengaku dua senjata api itu miliknya dan dibeli dari tersangka GTB," tutur Nana.

    Polisi mengejar GTB dan ditangkap di rumahnya, Jalan Nusa Indah Blok C ext XII Nomor 76, Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, pada Rabu, 19 Februari 2020, sekitar pukul 04.00 WIB. Satu pucuk senjata api MP-654 kaliber 4.5 mm peluru karet, satu pucuk senjata api CZ 83 kaliber 7.65 mm nomor 05541 peluru karet disita.

    Polisi juga menyita satu pucuk senjata api rakitan laras panjang M4 warna hitam SN, L004000, satu pucuk senjata api rakitan laras panjang Remington model 70, satu pucuk senjata api laras panjang Mauser (tidak ada seri), satu pucuk senjata mimis laras panjang Crosman TR 77 NPS (tidak ada seri), satu pucuk senjata mimis laras panjang Hunting Master CTR – 6 GAS DNK IL (tidak ada seri), dan satu pucuk senjata mimis laras panjang rakitan Hunting Master (tidak ada seri).

    GTB mengaku menjual senjata api ilegal kepada sejumlah tersangka lain, yakni WK, MH, dan AST. Polisi langsung mencari WK.

    WK ditangkap di Grogol, Petamburan, Jakarta Barat pada Jumat, 21 Februari 2020, sekitar pukul 22.00 WIB. Disita sejumlah barang bukti, antara lain satu buah Pistol Smith dan Wesson No Seri 15-003020 warna hitam 9mm, satu buah Pistol CZ-83 Cal 9 MM warna hitam nomor seri B-1096, satu buah Pistol CZ-065022 Cal 32 Auto warna Putih, 20 buah magazine berbagai jenis senjata api.

    Sebanyak 450 butir peluru caliber 45 auto colt, 240 butir peluru 9 mm cal 380 auto, 42 butir peluru 9 mm hampa, 34 butir peluru 9 mm x 19 luger parabellum, 88 butir peluru 6,35 browning cal 25 auto, 15 butir peluru 5,56 mm (m16), dan 20 butir peluru revolver juga disita polisi.

    Polisi kemudian menangkap MH di Bogor, Jawa Barat, Sabtu, 22 Februari 2020, sekitar pukul 04.00 WIB. Disita empat pucuk senjata api gas dan satu pucuk airsoft gun clot warna putih.

    Polisi melanjutkan pengejaran dengan menangkap AST di rumahnya, Jalan Kumala I Blok H Nomor 21, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Rabu, 11 Maret 2020. sekitar pukul 03.00 WIB. Sebanyak 10 senjata api ilegal berbagai merek disita.

    "Jadi, senpi keseluruhan yang kita amankan sekitar 20 senpi dengan 12 ribu peluru. Para tersangka ini membeli senpi untuk melakukan aksi arogansi kepada masyarakat," imbuh Nana.

    Pihaknya masih mendalami kepemilikan senjata api ilegal itu. Nana yakin banyak kasus kriminal yang membekali diri dengan menggunakan senjata api ilegal.

    "Sampai saat ini kita terus dalami untuk mengungkap lebih jauh terkait perkembangan kepemilikan atau peredaran senjata api ilegal yang ada di wilayah hukum Polda Metro Jaya," kata Nana.

    Enam tersangka telah ditahan. Mereka dijerat Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1951, Pasal 172 ayat 2 KUHP, Pasal 368 KUHP, Pasal 33 ayat 2 KUHP, dan Pasal 335 KUHP. Ancaman hukumannya 20 tahun penjara.

    (AZF)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id