• DONASI PALU/DONGGALA :
    Tanggal 12 NOV 2018 - RP 50.937.259.118

  • Salurkan Donasi Anda: (BCA - 309.500.6005) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (Mandiri - 117.0000.99.77.00) A/n Yayasan Media Group

  • Salurkan Donasi Anda: (BRI - 0398.01.0000.53.303) A/n Yayasan Media Group

 hoax  

Alasan Penolakan Tahanan Kota Ratna tak Konsisten

Siti Yona Hukmana - 08 November 2018 20:19 wib
Ratna Sarumpate. Antara Foto/Reno Esnir/Indrianto Eko Suwarso
Ratna Sarumpate. Antara Foto/Reno Esnir/Indrianto Eko Suwarso

Jakarta: Penolakan permohonan tahanan kota, yang diajukan Ratna Sarumpaet oleh Polda Metro Jaya, dinilai tak konsisten. Sebab, penyidik Polda Metro tak menjelaskan detail alasan penolakan permohonan penahanan kota Ratna tersebut.

"Kalau alasan kedua ditolak karena subjektivitas penyidik, kami anggap tidak konsisten," kata Insank Nasruddin selaku kuasa hukum Ratna saat dikonfirmasi, Kamis, 8 November 2018.

Menurut Insank, pihaknya sempat menerima alasan penolakan polisi sebelumnya. Di mana permohonan tahanan kota itu pertama kali ditolak, karena polisi belum selesai memeriksa para saksi, termasuk Ratna.

"Maka, penolakan pertama kami anggap rasional," kata dia.

Jika penolakan pertama karena pemeriksaan belum selesai, kata Insank, maka pada pengajuan permohonan kedua harusnya tidak ada alasan untuk tak mengabulkan.

"Kami di sini yang menjadi dasar bahwa, Ibu Ratna itu depresi, sehingga, ketika orang depresi sangat tidak layak harus berada di dalam rutan seperti ini," ucap Insank.

Selain depresi, Insank juga menyebut jika dua anggota keluarga menjamin Ratna tidak akan melarikan diri. Keduanya yakni anaknya Atiqah Hasiholan dan Fathom Saulina.

"Beliau ini sudah disita semua identitas, bahkan ATM, paspor sudah disita. Mau kemana coba?" ujar dia.

Alasan keluarga mengajukan permohonan tahanan kota tidak lain untuk menjaga kesehatan Ratna. Keluarga khawatur kondisi kesehatan Ratna yang tidak baik nantinya mempersulit persidangan.

"Sehingga proses hukum bisa berjalan dengan baik dan cepat, makanya kami mengajukan itu," pungkasnya.

Berkas Ratna telah dilimpahkan ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Kamis, 8 November 2018 siang. Polisi kini menunggu hasil penelahaan berkas dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).


(JMS)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.