Nawawi Sepakat Sebagian Revisi UU KPK

    Arga sumantri - 11 September 2019 13:47 WIB
    Nawawi Sepakat Sebagian Revisi UU KPK
    Calon Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango. Foto: MI/Susanto
    Jakarta: Calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango keberatan dengan sebagian rencana revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Utamanya, poin yang mengatur penuntutan.

    "Misalnya, penuntutan yang harus dikoordinasikan dengan Kejaksaan Agung, ini sepertinya dipikir-pikir dulu," kata Nawawi saat menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR, Jakarta, Rabu, 11 September 2019. 

    Nawawi menyarankan poin yang mengatur penuntutan dikaji ulang karena berpotensi menggerus independensi KPK. Penuntutan disarankan tetap satu atap di KPK.

    "Di mana letak independensi KPK kalau kemudian tuntutan harus dikoordinasikan dengan Kejaksaan, ini barangkali disikapi," ujarnya. 

    Namun, ia sepakat dengan beberapa poin yang ingin direvisi dalam UU KPK. Misalnya, soal kewenangan Surat Penghentian Penyidikan Perkara (SP3) agar bisa memberikan asas kepastian hukum. 

    "SP3, saya setuju it's okay. Tetapi ada yang lain yang tidak bisa (direvisi)," ujarnya. 

    Rencana mengatur ulang mekanisme penuntutan termuat dalam draf revisi UU KPK. Bila jadi direvisi, KPK harus berkoordinasi dengan Kejaksaan Agung dalam melaksanakan penuntutan kasus korupsi. 

    Nawawi jadi capim pertama yang menjalani uji kelayakan dan kepatutan di Komisi III DPR. DPR juga akan 'menelanjangi' advokat Lili Pintauli Siregar, pegawai Kementerian Keuangan Sigit Danang Joyo, dosen Nurul Ghufron, dan auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) I Nyoman Wara. 

    Sisanya bakal diuji besok. Durasi uji kelayakan dan kepatutan setiap capim KPK sekitar 1 jam 30 menit.



    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id