Polisi Diwanti-Wanti Tak Berkompromi di Kasus Kebakaran Kejagung

    Siti Yona Hukmana - 24 Oktober 2020 15:32 WIB
    Polisi Diwanti-Wanti Tak Berkompromi di Kasus Kebakaran Kejagung
    Foto udara gedung utama Kejaksaan Agung yang terbakar di Jakarta, Minggu, 23 Agustus 2020. Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
    Jakarta: Kepolisian menetapkan delapan tersangka dalam kasus kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung (Kejagung). Penyidik tengah melengkapi berkas perkara para tersangka itu untuk dilimpahkan ke jaksa penuntut umum (JPU). 

    "Proses ini (memberkas perkara) saya berharap betul teman-teman penyidik itu tidak ewoh-begawoh dengan teman-teman Kejaksaan karena nantinya berkas perkara diserahkan pada kejaksaan sehingga menjadi ada suatu dugaan kompromi," kata Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman dalam keterangan tertulis, Sabtu, 24 Oktober 2020. 

    Menurut dia, penyidik harus profesional dalam melengkapi berkas perkara tersangka. Korps Bhayangkara diminta menyelisik kasus kebakaran itu hingga tuntas. 

    "Tetap memberikan opsi semua kemungkinan-kemungkinan yang mungkin itu akan diduga terlibat atau terkait dalam penyidikan seterusnya," ujar Boyamin. 

    Kedelapan tersangka di antaranya Direktur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejagung NH dan Direktur PT ARM, R. Lima tersangka lain yakni para tukang T, H, S, K, dan IS serta mandornya, UAN. 

    Polisi menyimpulkan penyebab kebakaran gedung Kejagung karena faktor kelalaian lima tukang yang merokok di tempat bekerja, Lantai 6, Ruang Biro Kepegawaian. Puntung rokok itu dimasukkan ke dalam polybag sehingga menimbulkan api.

    Baca: Polisi Diminta Tetap Usut Potensi Kesengajaan dalam Kebakaran Kejagung

    Api menjalar dengan cepat karena penggunaan minyak pembersih Top Cleaner yang mengandung fraksi solar. Pengadaaan minyak berbahaya dilakukan NH. Pembersih Top Cleaner yang diproduksi PT ARM tidak memiliki izin edar sehingga R turut menjadi tersangka. 

    Kedelapan tersangka dikenakan Pasal 188 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. Mereka terancam hukuman hingga lima tahun penjara.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id