Alasan Mahkamah Agung 'Sunat' Hukuman Anas Urbaningum

    Kautsar Widya Prabowo - 01 Oktober 2020 00:23 WIB
    Alasan Mahkamah Agung 'Sunat' Hukuman Anas Urbaningum
    Ilustrasi Mahkamah Agung. MI/Bary Fathahilah
    Jakarta: Mahkamah Agung (MA) memotong hukuman terpidana kasus korupsi Anas Urbaningrum menjadi delapan tahun. Hakim MA menilai terdapat kekhilafan hakim.

    "Menurut Majelis Hakim Agung PK, alasan permohonan PK (peninjauan kembali) pemohon/terpidana yang didasarkan pada kekhilafan hakim dapat dibenarkan dengan pertimbangan," kata juru bicara MA Andi Samsan Nganro di Jakarta, Rabu, 30 September 2020.

    Andi menuturkan ada sejumlah alasan pemotongan hukuman Anas dari 14 tahun penjara. Dia mengungkapkan Majelis hakim PK yang mencermati alat bukti menemukan uang dan fasilitas yang diterima Anas melalui PT Adhi Karya dan Permai Group diperoleh dari keuntungan proyek-proyek pengadaan dan fee dari perusahan lain.

    Sebab, perusahan itu telah memenangkan berbagai proyek pengadaan barang dan jasa yang kemudian disub kontrakan kepada perusahaan lain. Dana tersebut kemudian sebagian dijadikan marketing fee di bagian pemasaran untuk melakukan lobi-lobi usaha agar mendapatkan proyek yang didanai APBN.

    Andi menyebut tidak ada satu pun saksi dari pihak PT Adhi Karya dan Permai Group yang menerangkan Anas melobi pemerintah agar perusahaan itu mendapatkan proyek. Hakim juga tidak menemukan bukti segala pengeluaran dari perusahaan itu atas kendali mantan politikus Demokrat itu.

    "Hanya ada satu saksi di Permai Group yang menerangkan tersebut, yaitu saksi Nazaruddin. Sebagaimana hukum, satu saksi tanpa didukung alat bukti lain adalah unus testis nuilus testis yang tidak mempunyai nilai pembuktiaan," papar dia.
     

    Read All


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id