Alasan Mahkamah Agung 'Sunat' Hukuman Anas Urbaningum

    Kautsar Widya Prabowo - 01 Oktober 2020 00:23 WIB
    Alasan Mahkamah Agung 'Sunat' Hukuman Anas Urbaningum
    Ilustrasi Mahkamah Agung. MI/Bary Fathahilah

    Perjalanan kasus hukum Anas terbilang cukup panjang. Anas divonis delapan tahun penjara oleh Pengadilan Tipikor karena terbukti menerima gratifikasi proyek Hambalang senilai Rp20 miliar. Uang tersebut kemudian dicuci dengan pembelian tanah dan bangunan.

    Anas juga diwajibkan membayar denda sebesar Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan. Selain itu Anas juga harus membayar uang pengganti yang telah dikorupsi sebesar Rp57 miliar dan USD5,261.

    Tak puas dengan vonis di pengadilan tingkat pertama, Anas mengajukan upaya hukum banding. Pengadilan Tinggi meringankan hukumannya. Anas divonis tujuh tahun penjara.

    Tak cukup, Anas kembali melakukan upaya hukum kasasi ke Mahkamah Agung. Namun, MA menolak kasasi Anas.

    Majelis hakim yang diketuai mantan Hakim Agung Artidjo Alkostar memperberat hukuman Anas menjadi 14 tahun. Anas tak tinggal diam. Ia lantas mengajukan PK pada Mei 2019 atau beberapa hari selepas Artidjo pensiun.

    (REN)
    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id