PPAT Dicecar Soal Tanah Hibah untuk Rachmat Yasin

    Fachri Audhia Hafiez - 15 Oktober 2020 06:01 WIB
    PPAT Dicecar Soal Tanah Hibah untuk Rachmat Yasin
    KPK menahan mantan Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY) terkait kasus dugaan pemotongan anggaran dan gratifikasi, Kamis, 13 Agustus 2020. Foto: Antara/Galih Pradipta
    Jakarta: Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) Suwandi diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus pemotongan uang dan gratifikasi kepada eks Bupati Bogor Rachmat Yasin (RY). Penyidik mengusut dugaan pemberian tanah hibah kepada Rachmat.

    "Suwandi PPAT dikonfirmasi mengenai dugaan hibah tanah untuk diberikan kepada tersangka RY," kata pelaksana tugas (plt) juru bicara bidang penindakan KPK Ali Fikri di Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2020.

    KPK juga memeriksa tiga saksi lainnya. Mereka yakni mantan Kepala Subbagian (Kasubag) Keuangan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Kabupaten Bogor Enung, eks Kasubag Keuangan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor Kholid Mawardi, dan Bagian Keuangan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang Adib.

    Ketiga saksi diminta menjelaskan terkait dugaan gratifikasi dari berbagai satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di Pemerintah Kabupaten Bogor untuk Rachmat. Rachmat Yasin ditetapkan sebagai tersangka pada Kamis, 25 Juni 2019. Dia diduga meminta, menerima, atau memotong pembayaran dari beberapa SKPD hingga Rp8,9 miliar.

    Fulus tersebut diduga digunakan untuk biaya operasional bupati serta kebutuhan kampanye pemilihan kepala daerah dan pemilihan legislatif pada 2013-2014. Dalam kasus gratifikasi, Rachmat diduga menerima tanah seluas 20 hektare di Jonggol, Kabupaten Bogor, dan mobil Toyota Vellfire seharga Rp825 juta.

    Baca: KPK Cecar Saksi Soal Gratifikasi Rachmat Yasin dari Sejumlah SKPD

    Rachmat sedianya sudah divonis lima tahun enam bulan penjara dan denda Rp300 juta pada November 2014. Dia terbukti menerima suap Rp4,5 miliar untuk memuluskan rekomendasi surat tukar menukar kawasan hutan atas nama PT Bukit Jonggol Asri seluas 2.754 hektare. Dia bebas pada Mei 2019. 

    (OGI)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id