Polri Bakal Libatkan Kejagung Usut Kasus Mafia Tanah

    Siti Yona Hukmana - 20 Februari 2021 03:33 WIB
    Polri Bakal Libatkan Kejagung Usut Kasus Mafia Tanah
    Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran (ketiga dari kiri) dalam rilis kasus mafia tanah. Medcom.id/Siti Yona Hukmana



    Jakarta: Polri bakal melibatkan Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam mengusut kasus mafia tanah. Hal itu untuk mengoptimalkan kerja Satgas Mafia tanah Polda Metro Jaya.

    "Kami dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) sepakat melibatkan tim dari Kejagung untuk bisa menyamakan persepsi tentang perbuatan melawan hukum yang dilakukan mafia tanah," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat, 19 Februari 2021.




    Fadil mengatakan ada karakteristik berbeda dalam kejahatan mafia tanah. Yakni, korban pemilik sertifikat hak milik (SHM) sekaligus bangunan, kelompok pelaku mafia tanah, dan korban pembeli yang beriktikad baik.  

    "Karena ada karakterisitik yang berbeda di dalam kejahatan mafia tanah, ini barang kali yang harus kita sempurnakan," ujar jenderal bintang dua itu.

    Polisi menetapkan 15 orang tersangka dalam kasus mafia tanah milik Zurni Hasyim Djalal, ibu mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal. Ke-15 tersangka itu merupakan pelaku sindikat dari tiga laporan polisi (LP) yang dibuat keluarga Dino.

    Peran tersangka mulai dari aktor intelektual, pihak yang menyiapkan sarana dan prasarana, figur palsu atau orang yang menyamar sebagai korban, hingga pelaku yang berperan sebagai pejabat pembuat akta tanah (PPAT). Mereka menyasar tanah dan bangunan yang terpasang iklan dijual.

    Baca: Polisi: Fredy Kusnadi Bayar Orang Jadi Figur Palsu

    Laporan polisi ini dibuat oleh ibu Dino pada 10 April 2020. Objek perkara laporan ini atas tanah dan bangunan yang terdapat di Jalan Paradiso, kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan.

    Laporan kedua dibuat orang yang sama pada 11 November 2020. Objek perkara, yaitu tanah dan bangunan yang terdapat di Ampera, Jakarta Selatan.

    Laporan ketiga dibuat saudara ibu Dino, Yurmisnarwati, pada 22 Januari 2021. Objek perkara, yaitu tanah dan bangunan yang terdapat di Cilandak, Jakarta Selatan.

    Masing-masing LP itu terdapat lima tersangka. Salah satu tersangka pada LP ke-3 adalah Fredy Kusnadi. Dia berperan mencari figur untuk menyamar sebagai saudara Ibu Dino, Yurmisnarwati. Fredy membayar figur palsu yang diperankan tersangka Aryani Rp10 juta.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id