Fahri Hamzah Sebut Irman Gusman Korban Konspirasi

    Kautsar Widya Prabowo - 12 Februari 2019 17:51 WIB
    Fahri Hamzah Sebut Irman Gusman Korban Konspirasi
    Irman Gusman memeluk koleganya usai sidang vonis di Pengadilan Tipikor Jakarta. (Foto: MI/Mohamad Irfan)
    Jakarta: Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menyebut mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Irman Gusman korban konspirasi. Kasus suap impor gula yang menjerat Irman dinilai janggal.

    "Ada pengintipan yang terus menerus dan para pengintip mendapat pesan untuk menjebak atau membuat beliau dalam situasi yang layak dijadikan tersangka," ujarnya via telekonferensi saat diskusi Eksaminasi Terhadap Putusan Perkara Irman Gusman di hotel Grand Sahid, Jakarta, Selasa, 12 Februari 2019.
    Menurut Fahri penjelasan kronologis yang ada hingga proses perisidangan berlangsung penuh rekayasa. Hal tersebut menunjukkan terjadinya kekacauan hukum.

    "(Kronologis) malam hari orang datang membawa uang lalu ditangkap di rumah beliau dan kemudian setelah itu merekayasa persidangan dan tidak lagi ada hubungannya dengan perkara awal," tuturnya.

    Politikus PKS itu menilai perkara Irman Gusman semestinya tak dilanjutkan. Adanya tekanan politik, kata Fahri, membuat Irman akhirnya dijatuhi vonis 4,5 tahun penjara.

    "Satu perkara yang tidak layak dilanjutkan tapi dilanjutkan membuat sistem membenarkan segala cara. Itulah yang merusak KPK dan merusak sistem hukum kita," pungkasnya. 

    Baca juga: Akbar Tanjung Sangsi Irman Terima Suap

    Irman Gusman pada 20 Juli 2017 divonis 4 tahun dan 6 bulan penjara ditambah denda Rp200 juta subsider tiga bulan kurungan termasuk pencabutan hak politik Irman Gusman dalam jabatan publik selama tiga tahun. Hukuman tersebut diterima karena dirinya tertangkap tangan menerima uang gratifikasi saat membantu merekomendasikan CV Semesta Jaya kepada Perum Bulog dalam operasi pasar untuk gula di Sumatera Barat.
     
    Penerimaan suap Rp100 juta itu diawali saat pemilik CV Semesta Berjaya, seorang pengusaha dari Sumbar yang merupakan rekan Irman, Memi, bertemu dengan Irman pada 21 Juli 2016 di rumah Irman dan menyampaikan telah mengajukan permohonan pembelian gula impor ke Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Sumbar sebanyak 3.000 ton untuk mendapatkan pasokan gula.
     
    Tapi permohonan pembelian itu lama tidak direspons Perum Bulog sehingga Memi meminta Irman untuk mengupayakan permohonan CV Semesta Berjaya itu. Irman bersedia membantu dengan meminta fee Rp300 per kg atas gula impor Perum Bulog yang akan diperoleh CV Semesta Berjaya dan akhirnya disepakati oleh Memi. 
     
    Memi bersama suaminya Xaveriandy pada 16 September 2016 mengantarkan uang Rp100 juta sebagai uang terima kasih ke rumah Irman di Jalan Denpasar C3 Nomor 8 Kuningan Jakarta dan tidak lama setelahnya, ketiga orang itu diamankan petugas KPK.





    (MEL)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id