comscore

Amerika Minta Warga Hindari Sulawesi dan Papua, Ini Kata Densus 88

Siti Yona Hukmana - 28 April 2022 10:20 WIB
Amerika Minta Warga Hindari Sulawesi dan Papua, Ini Kata Densus 88
Ilustrasi Densus 88/Medcom.id
Jakarta: Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri merespons permintaan Amerika Serikat kepada warganya untuk berhati-hati pergi ke Indonesia, khususnya menghindari bahaya terorisme serta konflik di Sulawesi dan Papua. Permintaan itu disampaikan lewat peningkatan travel note atau advisory di Indonesia ke level dua.

"Tindakan yang dilakukan bukan berdasarkan surat peringatan dari luar negeri," kata Kepala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar saat dikonfirmasi, Kamis, 28 April 2022.
Aswin mengatakan operasional Densus 88 tetap berjalan berdasarkan analisis eskalasi ancaman yang ada. Aswin emoh menanggapi lebih jauh mengenai penerbitan peringatan kepada warga Amerika terkait kondisi keamanan di Indonesia.

Dia menegaskan penegakan hukum dilakukan secara independen. Detasemen berlambang burung hantu itu dipastikan tidak bisa dipengaruhi pihak lain, termasuk luar negeri.

"Giat Densus ini bersifat independen dan didasarkan Undang-Undang (UU) Antiteror," ucap Aswin.

Baca: 25 Eks Anggota NII Sumpah Setia ke NKRI

Sebelumnya, pemerintah Amerika Serikat memberikan penilaian kelompok teroris kerap merencanakan aksi di Indonesia. Amerika mewanti-wanti warganya tak berkunjung ke Sulawesi Tengah (Sulteng) dan Papua.

Kedua daerah itu telah ditetapkan sebagai level 3. Artinya, warga Amerika diminta mempertimbangkan kembali untuk pergi ke daerah tersebut.

"Meningkatkan kewaspadaan di Indonesia akibat terorisme dan bencana alam. Beberapa area memiliki peningkatan risiko," demikian pernyataan di situs Kementerian Luar Negeri Amerika Serikat, Senin, 25 April 2022.

Teroris disebut bakal menyerang dengan sedikit atau tanpa peringatan. Amerika memprediksi pelaku menargetkan pos polisi, tempat beribadah, hotel, bar, kelab malam, pasar/pusat perbelanjaan, dan restoran.

Amerika juga menyebut penembakan kerap terjadi di daerah Timika dan Grasberg. Mereka menduga kuat konflik dan demo rusuh akan terjadi di Sulawesi Tengah dan Papua.

"Jauhi demonstrasi dan kerumunan," ucap pemerintah Amerika dalam keterangan resmi itu.

(AZF)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id