KPK Kebanjiran Laporan Dugaan 'Permainan' PPDB

    Candra Yuri Nuralam - 28 Juli 2020 14:49 WIB
    KPK Kebanjiran Laporan Dugaan 'Permainan' PPDB
    Ilustrasi KPK. Medcom.id/Fachri Auhdia Hafiez
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengaku menerima banyak laporan terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020/2021. Masyarakat melaporkan sejumlah kecurangan.

    "Banyaknya masyarakat menyampaikan ada hal-hal yang menurut KPK itu bisa menjadi perhatian pengambil kebijakan," kata Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar dalam telekonferensi di Jakarta, Selasa, 28 Juli 2020.

    Lili mengungkapkan laporan yang masuk terkait pemalsuan keterangan tidak mampu dan pemalsuan kartu keluarga (KK). Dia menuturkan orang tua murid 'saling sikut' untuk memasukkan anaknya ke sekolah yang diinginkan.

    "Sehingga program zonasi ini kemudian jadi serbuan para orang tua dan siswa untuk dapatkan sekolah terdekat atau sekolah favorit," ujar Lili.

    Lili menyebut tindakan culas itu termasuk korupsi. Kebiasaan melobi untuk masuk sekolah wajib dihilangkan.

    Dia menuturkan wilayah sekolah wajib bersih dari sikap korupsi. Pasalnya, sikap melobi sama dengan mengajarkan anak korupsi.

    "Karena dengan pendidikan dari semua berbagai umur dan lapisan masyarakat baik formil maupun materil itu dimaksudkan untuk kemudian menyatakan berbuat ketidakinginan berprilaku koruptif misalnya," ucap Lili.

    (Baca: Pakar Pendidikan: PPDB Lebih Adil Pakai Tes)



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id