Koruptor Didominasi ASN

    Jufriansyah - 19 Februari 2020 06:56 WIB
    Koruptor Didominasi ASN
    Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Wana Alamsyah (tengah). Foto: Medcom.id/Jufriansyah
    Jakarta: Aparatur Sipil Negara (ASN) mendominasi pelaku tindak pidana korupsi di 2019. Urutan selanjutnya diisi oleh pihak swasta.

    "Secara umum aktor yang paling banyak melakukan korupsi yakni ASN dan swasta," kata peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Wana Alamsyah di Kantor ICW, Kalibata Timur, Jakarta Selatan, Selasa, 18 Februari 2020.

    Berdasarkan catatan ICW, dari 580 orang yang ditetapkan sebagai tersangka oleh kejaksaan, kepolisian dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), 231 di antaranya merupakan ASN. Kemudian, swasta sebanyak 149 orang, kepala desa 45 orang, direktur umum/staf BUMN 26 orang, aparatur desa 19 orang, kepala sekolah 16 orang.

    Pemerintah saat ini perlu mempertegas sanksi bagi ASN yang terlibat praktik rasuah. Apalagi, setiap tahun abdi negara itu mendominasi tersangka kasus korupsi di Indonesia.

    "Pemerintah juga perlu memperkuat pengawasan internal di badan-badan permerintah untuk mencegah praktek korupsi," kata Wana.

    Koruptor Didominasi ASN
    Ilustrasi korupsi. Medcom.id/M Rizal

    ICW juga mencatat korupsi berupa penyalahgunaan wewenang menempati posisi pertama dalam merugikan keuangan negara. Dari 30 kasus korupsi penyalahgunaan wewenangan, keuangan negara rugi hingga mencapai Rp6,3 triliun.

    Sepanjang 2019, kasus korupsi yang diungkap lembaga penegak hukum sebanyak 271 kasus dengan tersangka 580 orang dan kerugian negara sebesar Rp8,4 triliun. Suap menjadi modus yang paling dominan dilakukan oleh para koruptor.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id