Polisi Dalami Korban Pelecehan EFY Lainnya

    Siti Yona Hukmana - 26 September 2020 08:13 WIB
    Polisi Dalami Korban Pelecehan EFY Lainnya
    Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Candra Yuri Nuralam
    Jakarta: Polisi mendalami korban pelecehan seksual dan pemerasan lainnya yang dilakukan dokter, EFY. Dia ditangkap polisi di salah satu indekos di Balige, Sumatra Utara, Jumat, 25 September 2020

    "Untuk korban lain oleh tersangka belum kita dapat, sambil berjalan kita masih dalami semua," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat dikonfirmasi di Jakarta, Sabtu, 26 September 2020.

    Yusri menegaskan polisi akan mengusut tuntas kasus yang dilakukan oleh petugas kesehatan itu terhadap korban, LHI. Dia tidak ingin ada lagi petugas kesehatan yang melakukan pelecehan seksual dan pemerasan terhadap pasien rapid test virus korona di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang, Banten dan tempat lainnya.

    "Mudah-mudahan dengan adanya kejadian ini bisa menjadi suatu pembelajaran buat para petugas-petugas, makanya kita akan menuntaskan kasus ini untuk membuat efek jera," ungkap mantan Kabid Humas Polda Jawa Barat itu.
     
     

    EFY merupakan sarjana kedokteran dari salah satu universitas swasta di Sumatra Utara. Informasi ini diketahui penyidik dari keterangan saksi yakni pihak PT Kimia Farma, penyelenggara rapid test di Bandara Soetta.

    Baca: Pelaku Pelecehan di Bandara Soetta Dijerat Pasal Berlapis

    Polisi tak serta merta memercayai keterangan saksi. Polisi akan mendatangi langsung perguruan tinggi tersebut untuk memastikan status akademik EFY. Penyidik juga akan memeriksa saksi dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) untuk mengetahui profesi dan status kedokteran tersangka.

    EFY sempat melarikan diri setelah kasusnya viral di media sosial. Dia kabur ke Sumatra Utara menggunakan bus. Beberapa hari kemudian dia diringkus di indekosnya bersama seorang wanita, lalu dibawa ke Jakarta.

    EFY dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 289 KUHP tentang Pencabulan dan/atau Pasal 378 KUHP tentang Penipuan dan/atau Pasal 268 KUHP tentang Pemerasan. Dia terancam hukuman sembilan tahun penjara.

    (AZF)
    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id