KPK Tahan Markus Nari

    Juven Martua Sitompul - 01 April 2019 21:12 WIB
    KPK Tahan Markus Nari
    Markus Nari dengan menggunakan rompi tahanan KPK dikawal petugas keluar dari Gedung KPK, Jakarta. Foto: MI/ ROMMY PUJIANTO
    Jakarta: Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menahan Anggota Komisi II DPR RI Fraksi Golkar, Markus Nari. Dia ditahan usai menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan KTP berbasis elektronik (KTP-el).

    Markus Nari yang mengenakan rompi tahanan bergeming saat dicecar sejumlah pertanyaan oleh awak media. Dia memilih langsung masuk ke mobil tahanan yang terparkir di pelataran gedung KPK.

    Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan Markus Nari bakal berada di balik jeruji besi untuk 20 hari ke depan. Markus ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) belakang Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

    "MN ditahan 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK di belakang Gedung Merah Putih KPK," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Senin, 1 April 2019.

    Markus Nari ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi KTP-el. Markus diduga membantu menambah anggaran proyek pengadaan KTP-el pada 2012 sebesar Rp1,49 triliun.

    Padahal saat itu, proyek milik Kementerian Dalam Negeri tersebut tengah berjalan. Markus Nari diduga menerima imbalan sebesar Rp4 miliar.

    Dugaan kasus dugaan korupsi KTP-el terus dikembangkan penyidik. Sepanjang proses penyidikan, sejumlah nama lama atau nama baru yang diduga terlibat terus bermunculan.

    Delapan orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam megakorupsi yang telah merugikan uang negara hingga Rp2,3 triliun tersebut. Tujuh di antaranya telah divonis bersalah oleh pengadilan. Tak menutup kemungkinan bakal ada tersangka baru dalam kasus ini.



    (EKO)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id