Pelaku Tabrak Lari Petugas PSU Terancam 5 Tahun Penjara

    Siti Yona Hukmana - 02 April 2019 08:26 WIB
    Pelaku Tabrak Lari Petugas PSU Terancam 5 Tahun Penjara
    Tabrak lari ilustrasi - Medcom.id.
    Jakarta: Polda Metro Jaya dan Polres Metro Jakarta Timur masih bekerja mengejar pelaku tabrak lari terhadap petugas prasarana dan sarana umum (PPSU) Naufal Rosyid. Kasus ini sudah naik penyidikan. 

    "Proses sidik itu melibatkan semua Polri. Setelah dikirimkannya data kasus, maka bila ada info Polri melaksanakan lidik dan sidik secara sinergis," kata Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Kompol Muhammad Nasir saat dihubungi Medcom.id di Jakarta, Selasa, 2 April 2019.

    Nasir mengatakan dalam penyidikan pihaknya telah memeriksa jalan di sekitar lokasi kejadian melalui pantauan Traffic Management Center (TMC) Polda Metro Jaya. Namun, polisi masih kesulitan mengetahui jenis kendaraan dan nomor polisi pelaku tabrak lari. Sebab, minim saksi yang mengetahui peristiwa tersebut.

    Sejauh ini polisi sudah memeriksa rekan kerja Naufal dan keluarga korban. "Sudah periksa dua orang dari rekan kerja sesama PPSU. Soni Hadi Utomo dan Triwahyono. Mereka diambil keterangan pada Minggu, 31 Maret 2019," beber Nasir.

    Nasir menyebut pelaku tabrak lari terancam lima tahun penjara atau denda Rp10 juta. Dia bisa disangka pasal berlapis. Yakni Pasal 312 juncto Pasal 310 ayat 3 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Tabrak Lari.

    "Luka berat ancaman hukumannya lima tahun," pungkas Nasir.

    (Baca juga: Polisi Buru Pelaku Takbrak Lari Petugas PPSU)

    Naufal Rosyid, 24, petugas penanganan prasana dan sarana umum (PPSU) tewas setelah menjadi korban tabrak lari di bawah jalan layang Pasar Rebo, Jakarta Timur. Pelaku menjadi buronan polisi.

    Akibat ditabrak orang tak dikenal itu, Naufal mengalami luka di bagian kepala serta memar pada bagian mata dan dahi sebelah kiri. Ia langsung dibawa ke ruang ICU RSUD Pasar Minggu untuk melakukan operasi.

    Namun, nyawanya tak tertolong. Naufal dinyatakan meninggal dunia pada Sabtu, 30 Maret 2019 pukul 23.20 WIB dan langsung dibawa ke kediamannya di daerah Kelurahan Susukan, Ciracas, Jakarta Timur. Naufal dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Susukan, Jakarta Timur pada Minggu, 31 Maret 2019 pagi.

    Peristiwa nahas ini terjadi pada Selasa, 26 Maret 2019 pukul 05.30 WIB. Petugas pasukan oranye itu tengah menyapu di bawah jalan layang Pasar Rebo. 

    Tak ada yang mengetahui kejadian tabrak lari itu. Seorang pengemudi ojek online melihat Naufal sudah terkapar. Kemudian, dia memberi tahu rekan kerja Naufal yang tengah menyapu di atas jalan layang Pasar Rebo.

    (Baca juga: Anies Gotong Jenazah Anggota PPSU)
     



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id