Penahanan Pendiri Pasar Muamalah Zaim Saidi Diperpanjang

    Siti Yona Hukmana - 23 Februari 2021 00:37 WIB
    Penahanan Pendiri Pasar Muamalah Zaim Saidi Diperpanjang
    Ilustrasi penangkapan pelaku. Medcom.id



    Jakarta: Penyidik Polri memperpanjang masa penahanan pendiri Pasar Muamalah Zaim Saidi (ZS). Perpanjangan untuk kepentingan penyidikan.

    "Jaksa agung muda tindak pidana umum (Jampidum) telah mengeluarkan surat perpanjangan penahanan terhadap tersangka ZS selama 40 hari terhitung mulai 23 Februari sampai 3 April 2021," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin, 22 Februari 2021.




    Zaim ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Salemba cabang Bareskrim Polri. Surat perpanjangan penahanan telah ditandatangani jaksa penuntut umum (JPU).

    "Besok (Selasa, 23 Februari 2021) surat tersebut akan diberikan tembusan selain kepada penyidik juga kepada tersangka (Zaim), penasihat hukumnya, kemudian kepada keluarga tersangka dan tentunya kepada kepala Rutan di Bareskrim Polri," ungkap Ramadhan.

    Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri menangkap Zaim Saidi pada Selasa, 2 Februari  2021 di kediamannya kawasan Depok, Jawa Barat. Zaim diduga melanggar aturan terkait mata uang, karena melakukan transaksi jual beli menggunaan dinar dan dirham.

    Polisi menyita sejumlah barang bukti dalam penangkapan itu. Yakni sejumlah uang dinar dan dirham, antara lain tiga keping koin satu dinar, satu keping koin 1/4 dinar, empat keping koin lima dirham, empat keping koin dua dirham, 34 keping koin satu dirham, 37 keping koin 1/2 dirham, 22 keping koin tiga fulus, dan 977 keping koin dua fulus.

    Kemudian, meja untuk lapak pedagang. Lalu, kursi untuk pedagang, barang dagangan berupa buku, dan video viral terkait transaksi di Pasar Muamalah.

    Zaim Saidi dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 9 Undang-Undang Republik Indonesia (UU RI) Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana. Dengan ancaman 15 tahun penjara.

    Kemudian, Pasal 33 UU RI Nomor 7 Tahun 2011 Tentang Mata Uang. Dengan ancaman pidana penjara satu tahun dan denda Rp200 juta.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id