Dikhawatirkan Kabur, Polisi Diminta Segera Menahan CEO Jouska

    Siti Yona Hukmana - 12 November 2020 16:51 WIB
    Dikhawatirkan Kabur, Polisi Diminta Segera Menahan CEO Jouska
    Kuasa hukum nasabah Jouska, Rinto Wardana. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
    Jakarta: Polisi diminta segera menahan Chief Executive Office (CEO) PT Jouska Finansial Indonesia atau Jouska Group, Aakar Abyasa Fidzuno. Aakar dikhawatirkan mengulangi tindak pidana, menghilangkan barang bukti, dan melarikan diri.

    "Kekhawatiran itu sebelumnya telah disampaikan klien saya bahwa kemungkinan besar ada potensi saudara Aakar akan melarikan diri, dan kalau bisa ada tindakan preventif untuk itu," kata kuasa hukum nasabah Jouska, Rinto Wardana, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis, 12 November 2020.

    Rinto akan menyerahkan surat permohonan penahanan Aakar ke penyidik. Sehingga, penyidik segera mengamankan bukti-bukti terkait tindak pidana dugaan penipuan dan penggelapan dana nasabah Jouska.

    Rinto mengatakan ada beberapa nasabah lagi yang akan membuat laporan terkait yang sama pada pekan depan. Saat ini ada 35 nasabah yang membuat laporan. Total kerugiannya mencapai Rp13.815.500.212.

    Kerugian nasabah terbanyak Rp3,1 miliar. Sedangkan, kerugian paling sedikit Rp25.541.000.

    "Ini temuan kami setelah kami hitung seluruh total kerugian yang berdasarkan informasi dari para korban," ujar Rinto.

    Baca: Kerugian Nasabah Jouska Bertambah Menjadi Rp13 Miliar

    Rinto juga akan menambah sangkaan pasal terhadap Aakar dalam pelaporannya. Yakni Pasal 104 Undang-Undang Pasar Modal, dan Pasal 27 ayat 3 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)

    "Karena di dalam temuan saya kemarin, saya sudah mendapatkan beberapa indikasi adanya pelanggaran Undang-Undang ITE terhadap informasi-Informasi yang diberikan oleh saudara Aakar," tutur Rinto.

    Aakar dilaporkan ke Polda Metro Jaya terkait kasus dugaan penggelapan dana nasabah. Bos perusahaan perencana dan konsultan keuangan itu diperkarakan dengan kerugian nasabah hingga miliaran rupiah.

    Laporan itu terdaftar dengan nomor LP/ 5.263/ IX/ YAN.2.5/2020/SPKT PMJ, tertanggal 3 September 2020. Aakar disangkakan melanggar Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 372 KUHP tentang Penipuan dan Penggelapan dan atau Pasal 3, 4, 5 Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id