Berkas Eks Bupati Lampung Tengah Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor

    Candra Yuri Nuralam - 11 Januari 2021 11:42 WIB
    Berkas Eks Bupati Lampung Tengah Dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor
    Ilustrasi Gedung KPK/MI/Susanto.
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyerahkan berkas perkara mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa hari ini, 11 Januari 2021. Dia segera diadili.

    "Dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Tanjung Karang, Lampung. Penahanan selanjutnya menjadi kewenangan pengadilan," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri berdasarkan keterangan tertulisnya, Senin, 11 Januari 2021.

    Jaksa penuntut umum (JPU) pada KPK tinggal menunggu jadwal persidangan. Jaksa siap membuktikan pemufakatan jahat yang dilakukan Mustafa di meja hijau.

    Mustafa diduga menerima hadiah atau janji terkait dengan pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah Tahun Anggaran 2018.

    Penyidik juga menetapkan dua tersangka lain. Mereka ialah pemilik PT Sorento Nusantara Budi Winarto dan pemilik perusahaan PT Purna Arena Yudha Simon Susilo.

    Mustafa diduga telah menerima fee dari ijon proyek-proyek di lingkungan Dinas Bina Marga dengan kisaran fee mencapai 10 hingga 20 persen dari nilai proyek. Total suap yang diterima Mustafa mencapai Rp95 miliar.

    Uang itu diperoleh dalam kurun waktu Mei 2017 hingga Februari 2018. Rinciannya, Rp58,6 miliar dengan kode IN BM berasal dari 179 calon rekanan dan Rp36,4 miliar dengan kode IN BP berasal dari 56 calon rekanan.

    Total Rp95 miliar suap dan gratifikasi yang diterima Mustafa, sebagian besar berasal Budi Wiranto dan Simon Susilo. Dari keduanya, Mustafa menerima Rp12,5 miliar.

    Sebesar Rp5 miliar diberikan Budi Wiranto sebagai fee ijon proyek paket pekerjaan ruas jalan di Kabupaten Lampung Tengah dengan nilai proyek sekitar Rp40 miliar. Sedangkan, Rp7,5 miliar dari Simon Susilo atas fee 10 persen untuk ijon dua proyek paket pekerjaan peningkatan jalan di Kabupaten Lampung Tengah dengan nilai proyek sekitar Rp76 miliar.

    Penetapan ini merupakan pengembangan kasus suap terkait persetujuan pinjaman daerah untuk APBD Lampung Tengah tahun 2018. Dalam kasus itu, Mustafa divonis 3 tahun pidana penjara dan denda Rp100 juta subsider 3 bulan kurungan.


    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id