Petinggi Golkar Irit Bicara Soal Azis Syamsuddin

    Anggi Tondi Martaon - 29 April 2021 21:07 WIB
    Petinggi Golkar Irit Bicara Soal Azis Syamsuddin
    Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto (tengah) memberikan keterangan usai pertemuan di petinggi PKS di Jakarta, Kamis, 29 April 2021. Foto: Medcom.id/Anggi Tondi Martaon



    Jakarta: Partai Golkar masih irit bicara soal Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin yang tersandung dugaan suap penanganan perkara di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Azis disebut mengenalkan tersangka penyidik KPK Stepanus Robin Pattuju (SRP) kepada Wali Kota Tanjungbalai M Syahrial.

    "Nanti ada waktunya," kata Ketua Umum (Ketum) Golkar Airlangga Hartarto di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Golkar, Slipi, Jakarta, Kamis, 29 April 2021.






    Bahkan, Airlangga langsung meninggalkan Gedung DPP Golkar usai menghadiri pertemuan dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Hal serupa dilakukan petinggi partai berlambang pohon beringin, lainnya.

    Baca: Aktivis Antikorupsi Gorontalo Kecewa Koruptor Dihukum Setara Maling Ayam

    Bendahara Umum (Bemdum) Golkar Dito Ganinduto juga tutup mulut. Dia mengaku tak mengetahui kasus yang melilit kolega separtainya tersebut.

    "No comment," kata Dito sambil meninggalkan DPP Golkar.

    Azis diduga terlibat kasus suap penghentian penyelidikan kasus korupsi di Pemerintahan Tanjungbalai. Wakil Ketua DPR disebut memfasilitasi pertemuan antara Robin dengan M Syahrial yang diduga terlibat kasus korupsi di Pemerintahan Tanjungbalai.

    KPK telah menggeledah sejumlah tempat mencari bukti keterlibatan Azis. Lembaga Antirasuh mendatangi ruang kerja Azis di Gedung Nusantara III DPR, rumah dinas, dan rumah pribadi.

    "KPK akan bekerja keras untuk mencari bukti-bukti dan seseorang dapat menjadi tersangka karena perbuatannya atau keadaannya berdasarkan bukti permulaan yang cukup dan kecukupan alat bukti," kata Ketua KPK Firli Bahuri melalui keterangan tertulis, Kamis, 29 April 2021.

    Lembaga Antikorupsi tak akan ragu untuk menetapkan Azis sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap terhadap penyidik KPK. Langkah itu diambil sesuai alat bukti. 

    "Bukan pendapat, bukan persepsi, dan bukan juga asumsi, apalagi halusinasi," tegas Firli.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id