2 Perusahan Digeledah Terkait Korupsi Bansos Covid-19

    Candra Yuri Nuralam - 08 Januari 2021 11:58 WIB
    2 Perusahan Digeledah Terkait Korupsi Bansos Covid-19
    Ilustrasi KPK. Medcom.id/Fachri Auhdia Hafiez
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah dua perusahaan. Penggeledahan untuk mendalami kasus dugaan korupsi bantuan sosial yang menjerat mantan Menteri Sosial Juliari Peter Batubara.

    "Penggeledahan dilakukan sejak pukul 10.00 WIB. Hingga saat ini, penggeledahan masih berlangsung," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK Ali Fikri di Jakarta, Jumat, 8 Januari 2021.

    Dua perusahaan itu, yakni PT ANM dan PT FMK. Kedua kantor berlokasi di Gedung Patra Jasa, Gatot Subroto, Jakarta Selatan.

    Ali belum mau membeberkan hal-hal yang dicari penyidik dalam penggeledahan itu. Informasi bakal disampaikan setelah penggeledahan selesai.

    "Perkembangannya akan kami informasikan lebih lanjut," tutur Ali.

    KPK menetapkan Juliari sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan bansos sembako covid-19 di Jabodetabek pada 2020. Kasus ini menjerat empat tersangka lain, yakni dua pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos Adi Wahyono dan Matheus Joko Santoso, serta pihak swasta Ardian IM dan Harry Sidabuke.

    (Baca: KPK Gali Proses Pemilihan Distributor Sembako dalam Kasus Bansos)

    KPK menduga kongkalikong para tersangka membuat Juliari menerima Rp17 miliar dari dua periode pengadaan bansos sembako. Kasus ini terungkap bermula dari penangkapan Matheus. KPK mengendus pemberian uang dari para tersangka dan sejumlah pihak, salah satunya kepada Juliari.

    Penyerahan uang dilakukan pada Sabtu dini hari, 5 Desember 2020. Fulus Rp14,5 miliar dari Ardian dan Harry disimpan dalam tujuh koper, tiga tas ransel, dan amplop kecil.

    Juliari dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

    Sementara itu, Matheus dan Adi dijerat Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 dan Pasal 12 huruf (i) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP.

    Sedangkan, Ardian dan Harry dijerat Pasal 5 ayat (1) huruf a atau Pasal 5 ayat (1) huruf b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id