Tindakan Polisi Dinilai Berlebihan Saat Tangkap Munarman

    Candra Yuri Nuralam - 02 Mei 2021 12:19 WIB
    Tindakan Polisi Dinilai Berlebihan Saat Tangkap Munarman
    Densus 88 Antiteror menangkap pengacara Rizieq Shihab, Munarman. Dok. Istimewa.



    Jakarta: Tindakan polisi dinilai berlebihan saat menangkap mantan petinggi Front Pembela Islam (FPI) Munarman. Aparat cenderung terlalu arogan hingga tidak memberikan waktu kepada Munarman untuk memakai sandal.

    "Saya sesalkan penangkapan kemarin itu, Munarman kooperatif, hanya di video yang beredar polisi terlihat arogan ketika mengambil sandal saja tidak boleh," kata peneliti institute for security and strategic studies (ISESS) Bambang Rukminto dalam diskusi Crosscheck by Medcom.id dengan tema 'Munarman Teroris?', Minggu, 2 Mei 2021.

     



    Menurut dia, tindakan polisi tersebut salah. Dia menilai Munarman tidak mungkin melarikan diri.

    "Ini akan jadi pro kontra di masyarakat kok sampai seperti itu," ujar Bambang.

    Baca: Penangkapan Munarman Terkait Terorisme Diyakini Tak Melanggar Hukum

    Bambang mengatakan tindakan polisi yang langsung membawa Munarman memang tidak menyalahi prosedur. Polisi memang dibolehkan melakukan penangkapan terduga teroris dengan cepat tanpa diberi izin bersiap-siap.

    Namun, polisi seharunya sedikit memberikan pengecualian untuk Munarman. Apalagi, penangkapan Munarman ditonton banyak kamera.

    "Ini sebenarnya hal-hal seperti itu bisa dihindari sehingga tidak semakin memunculkan kebencian terhadap kepolisian," tutur Bambang.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id