Pendekatan Militer Dinilai Tak Tepat Menangani KKB di Papua

    Anggi Tondi Martaon - 04 Mei 2021 17:17 WIB
    Pendekatan Militer Dinilai Tak Tepat Menangani KKB di Papua
    Ilustrasi Satgas Nemangkawi/Medcom.id



    Jakarta: Penanganan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua diminta mengedepankan pendekatan penegakan hukum. Sebaliknya, pendekatan militer dinilai tak tepat.

    "Kasus Papua hukum militer itu tidak berlaku. Jadi saya melihat bahwa harus penegakan hukum yang dilakukan," kata tokoh senior Papua Laksamana Madya TNI (Purn) Freddy Numberi di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 4 Mei 2021.

     



    Eks Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) itu menyebut pelibatan TNI dalam penanganan KKB harusnya sebatas bantuan. Garda terdepan tetap Korps Bhayangkara.

    "TNI membantu Polri (menangani KKB Papua)," ungkap dia.

    Dia menyebut perbantuan TNI pun harus memenuhi beberapa kondisi. Di antaranya, terjadinya peningkatan gangguan oleh KKB.

    Baca: Berulah Lagi, KKB Bakar Gedung Sekolah Puskesmas dan Rusak Akses Jalan

    "Misalnya sudah dilabel teroris tidak ada salah kalau TNI membantu Polri, mana kala eskalasinya meningkat," sebut Freddy.

    Menurut dia, penanganan KKB lebih baik melalui penegakkan hukum untuk menghindari potensi pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Sehingga, langkah maksimal yang dilakukan masuk kategori penegakan hukum.

    "Kalau kriminal itu polisi tembak mati saya rasa itu yang ditembak dalam rangka penegakkan hukum," sebut dia.

    (ADN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id