• DOMPET KEMANUSIAAN LOMBOK : Tanggal 22 SEP 2018 terkumpul RP 20.111.547.901

Dorodjatun Bakal Dikonfrontasi dengan Laksamana Sukardi

Damar Iradat - 12 Juli 2018 13:10 wib
Pengadilan. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Pengadilan. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.

Jakarta: Mantan Ketua Komite Kebijakan Sektor Keuangan (KKSK) Dorodjatun Kuntjoro-Jakti akan dihadirkan di sidang perkara korupsi penerbitan surat keterangan lunas (SKL) Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Dia bakal dikonfrontasi dengan mantan Menteri BUMN Laksamana Sukardi.

Dorodjatun sedianya dijadwalkan bersaksi untuk terdakwa  mantan Ketua Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung hari ini. Namun, dia batal bersaksi dan akan dihadirkan ulang, Senin, 16 Juli 2018.

"Banyak yang menyebut agar saksi Dorodjatun digabung dengan keterangan Laksamana Sukardi, agar tidak bolak-balik," ungkap anggota tim kuasa hukum Syafruddin, Ahmad Yani, di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis, 12 Juli 2018.

Jaksa pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyetujui usulan dari tim penasihat hukum. Mereka meminta agar pemanggilan saksi dilakukan kembali pada Kamis, 19 Juli 2018. Namun, majelis hakim punya suara sedikit berbeda.

"Bapak Dorodjatun karena kesaksian saudara berkaitan dengan yang disebut penasihat hukum. Daripada dua kali datang karena mau dikonfrontir yang, untuk saudara, kesaksiannya ditunda Senin (16 Juli 2018)," ujar Ketua Majelis Hakim Yanto.

Baca: KPK Minta Tim Hukum Syafruddin Fokus Pembuktian

Dorodjatun sebelumnya tercantum dalam surat dakwaan Syafruddin. Ia disebut berperan dalam kasus korupsi penerbitan SKL BLBI bersama dengan Syafruddin, Sjamsul Nursalim selaku obligor BLBI, beserta istri Sjamsul, Itjih Nursalim. Akibat perbuatan mereka, negara diduga merugi hingga Rp4,580 triliun.

KKSK saat dipimpin Dorodjatun mengeluarkan keputusan No.01/K.KKSK/03/2004. Surat itu menyetujui pemberian bukti penyelesaian sesuai dengan perjanjian pemegang saham dengan BPPN, berupa pelepasan dan pembebasan sebagaimana dimaksud dalam Inpres 8 Tahun 2002 terhadap Sjamsul Nursalim.

Pada 12 April 2004, Syafruddin dan Sjamsul selaku pemegang saham yang diwakili oleh istrinya Itjih S Nursalim, menandatangani Akta Perjanjian Penyelesaian Akhir Nomor 16 di hadapan notaris. Perjanjian itu menyatakan pemegang saham telah melaksanakan dan menyelesaikan seluruh kewajibannya sebagaimana telah diatur dalam MSAA.


(OGI)


BACA JUGA
BERITA LAINNYA

Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Metrotvnews.com.

Hardware

  • Prosesor: Intel Core i7-7700K, AMD Ryzen 7 1800X
  • Motherboard: ASUS Z270F STRIX Gaming, MSI X370 Gaming Pro Carbon
  • VGA: MSI GTX 1080 Gaming X, ASUS RX 480 STRIX 8GB
  • RAM: Corsair Vengeance LPX 3200MHz (2x8GB)
  • Penyimpanan: Corsair Neutron XTi 240GB
  • PSU: Corsair RM850X
  • Case: MSI DIY Case
  • Monitor: ASUS PB287Q 4K, AOC C3583FQ
  • Keyboard: Logitech G900 Chaos Spectrum, Logitech G402 Hyperion Fury
  • Mouse: Logitech G440, Logitech G240
  • Headset: Logitech G430, Logitech G633

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark
Gaming: The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity, Tom CLancy's Ghost Recon Wildlands

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak benchmarking, kami hanya memilih tiga berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.