KPK Pertimbangkan PK Putusan Bebas Syafruddin

    Kautsar Widya Prabowo - 01 Oktober 2019 22:56 WIB
    KPK Pertimbangkan PK Putusan Bebas Syafruddin
    Pimpinan KPK terpilih Alexander Marwata. MI/Rommy Pujianto.
    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mempertimbangkan mengajukan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA) atas pembebasan mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temenggung. Terlebih, Hakim Ad Hoc Tindak Pidana Korupsi, Syamsul Rakan Chaniago telah diputus melanggar etik oleh hakim MA.

    "Akan kita dalami dahulu. Kalau hal itu (PK) bisa membantu mengclearkan perkara kenapa tidak," kata Wakil Ketua KPK Alexander Marwata di Gedung Penunjang Merah Putih, Jakarta Selatan, Selasa, 1 Oktober 2019.

    Menurut Alexander, pendalaman bisa dilakukan dengan menggali informasi keterkaitan hakim Syamsul dengan sidang kasasi Syafruddin. Terpenting, menemukan benang merah putusan kasasi Syafruddin dengan pelanggaran etik hakim Syamsul.

    "Sejauh mana relevansi putusan yang dibuat, kan begitu. Apakah putusan yang dibuat itu sedikit dipengerahui misalnya dalam pelanggaran kode etik? Harus kita lihat relevansinya dengan perkara yang dia (Syamsul) putuskan," tegas Alexander.

    MA memutuskan hakim Syamsul melanggar kode etik. Hakim Syamsul dinyatakan terbukti berkomunikasi dan bertemu dengan pengacara mantan Syafruddin bernama Ahmad Yani.

    Keduanya bertemu di Plaza Indonesia pada 28 Juni 2019 pukul 17.38 WIB sampai dengan pukul 18.30 WIB. Padahal, saat itu Syamsul menjadi hakim anggota pada majelis hakim terdakwa Syafruddin.

    (JMS)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id