PDIP: Pansus Jiwasraya Sudah Tak Mendesak

    Whisnu Mardiansyah - 19 Januari 2020 11:34 WIB
    PDIP: Pansus Jiwasraya Sudah Tak Mendesak
    Suasana Diskusi kasus Jiwasraya di Cross Check Medcom.id di Coffee Roaster Upnormal, Menteng. Foto: Medcom/Wisnu
    Jakarta: DPR batal membentuk Panitia Khusus (Pansus) PT Asuransi Jiwasraya. Anggota Komisi VI Fraksi PDIP Deddy Sitorus menilai pembentukan Pansus memakan waktu lama karena harus menunggu proses penyidikan dan penyelidikan di Kejaksaan Agung.

    "Kita ingin agar proses hukum yang terjadi di kejaksaan itu itu benar-benar terjadi secara cepat sehingga kita tidak melihat urgensinya lagi harus bentuk pantul itu yang sudah disepakati," kata Deddy dalam diskusi Cross Check Medcom.id di Coffee Roaster Upnormal, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu, 19 Januari 2019.

    Menurut Deddy, karena sudah ditangani Kejaksaan Agung, DPR cukup membentuk Panitia Kerja (Panja). Masing-masing komisi terkait bekerja sesuai kebutuhan tanpa menggangu kinerja penyidikan dan penyelidikan di Kejaksaan Agung.

    "Misalnya Komisi VI kan tidak perlu harus memanggil OJK kan misalnya itu nanti akan dilakukan oleh komisi XI dan seterusnya sehingga akan paralel kerjanya," jelas Deddy.

    Deddy menghargai masih ada fraksi yang ngotot membentuk Pansus. Namun, mayoritas di DPR sepakat membentuk Panja.

    "Kita bisa bekerja sesuai dengan tujuan dan kewenangan masing-masing secara paralel itu yang terjadi," ujar Deddy.

    DPR batal membentuk panitia khusus (pansus) PT Asuransi Jiwasraya dan PT Asuransi Sosial Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI). Komisi terkait akan membentuk panitia kerja (panja).

    Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menjelaskan Komisi VI membentuk panja pengawasan BUMN dan supervisi kinerja Jiwasraya dan ASABRI. Sedangkan, Komisi XI melakukan pengawasan dan supervisi terkait keuangan.

    "Kita minta buat panja. Komisi III untuk mengawasi dan supervisi hal-hal yang telah dilakukan oleh Kejaksaan Agung kemarin," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 15 Januari 2020.

    Menurut Dasco, panja lebih efektif mengusut kasus Jiwasraya dan ASABRI ketimbang pansus. Sebab, pembentukan panja lebih cepat.

    "Menurut kami hal-hal itu untuk merespons kerja cepat pemerintah agar dana masyarakat bisa kembali," ungkap dia.




    (NUR)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id