Romahurmuziy Sempat Cekcok dengan Petugas KPK

    Fachri Audhia Hafiez - 19 Desember 2019 07:38 WIB
    Romahurmuziy Sempat Cekcok dengan Petugas KPK
    Terdakwa kasus suap jual beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama Romahurmuziy menyimak keterangan saksi dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Senin (16/12/2019). ANT/Aditya Pradana.
    Jakarta: Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Romi sempat cekcok dengan petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) saat terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Jumat, 15 Maret 2019. Ia menilai petugas Lembaga Antirasuah tak kooperatif.

    Romi saat itu berada di sebuah hotel kawasan Surabaya, Jawa Timur. Ia sedang rapat dengan para pengurus DPW PPP bersama dengan konsultan politik, Airlangga Pribadi.

    Di sela pertemuan itu, ajudannya, Amin Nuryadin, memberi tahu ada tamu penting yang datang. Romi kesal karena diganggu di tengah rapat.

    "Saya tegur dia (Amin), 'kamu gak lihat saya lagi rapat?' Tapi pandangannya tegang begitu. Terus kemudian mengatakan 'Pak tamunya penting sekali', sambil pandangan tegang ke saya," kata Romi saat diperiksa sebagai terdakwa di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu, 18 Desember 2019.

    Ternyata tamu itu merupakan petugas KPK. Petugas itu akan membawa Romi ke Jakarta. Tapi, mantan Ketum PPP itu menolak. Salah satu petugas KPK mengancam akan memborgol Romi.

    "Saya marah, saya masih orang merdeka. Urusannya apa diborgol begitu," cetus Romi.

    Romi mengaku terlibat adu mulut. Mantan anggota komisi XI DPR itu kekeuh menolak dibawa ke Jakarta.

    "Singkat cerita tangan saya sudah dimasukin borgol plastik itu. Saya melawan. Dia bilang, kalau saudara tidak koperatif. Loh saya ini masih orang merdeka, saya anggota DPR, saya pimpinan partai politik," ujar Romi.

    KPK menyita sebuah sebuah tas berisi uang senilai Rp50 juta. Uang tersebut berasal dari Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Jatim, Muafaq Wirahadi.

    Dalam kasus ini, Romi didakwa menerima suap Rp325 juta dari mantan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenang Jawa Timur Haris Hasanuddin. Dia juga disebut menerima Rp91,4 juta dari Muafaq Wirahadi.

    Suap diterima Romi secara bertahap dari Januari-Maret 2019. Perbuatan rasuah ini diduga dilakukan bersama eks Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam pengangkatan jabatan Haris.

    Romi didakwa melanggar Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.





    (DRI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id