Imam Nahrawi Diduga Terima Rp1,5 Miliar dari Dana Hibah KONI

    Fachri Audhia Hafiez - 06 Februari 2020 14:23 WIB
    Imam Nahrawi Diduga Terima Rp1,5 Miliar dari Dana Hibah KONI
    Sidang pemeriksaan saksi terdakwa Miftahul Ulum. Foto: Medcom.id/Fachri Audhia Hafiez
    Jakarta: Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi diduga menerima Rp1,5 miliar dari persetujuan proposal suap dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Daftar nama terkait pihak-pihak Kemenpora yang diduga menerima uang terungkap di persidangan.

    "Waktu itu Pak Hamidy (Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy) hanya sebut inisial saja," kata Sekretaris Bidang Perencanaan dan Anggaran KONI Suradi saat diperiksa sebagai saksi untuk terdakwa Miftahul Ulum di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jalan Bungur Raya, Kemayoran Jakarta Pusat, Kamis, 6 Februari 2020.

    Suradi menyebut ada 23 inisial yang disampaikan Hamidy. Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) mengungkap 10 inisial: 

    1. M (diduga Menteri Pemuda dan Olahraga) Rp1,5 miliar
    2. Ul (diduga Miftahul Ulum-pihak Kemenpora) Rp500 juta
    3. Mly (diduga Mulyana-Deputi IV Kemenpora) Rp400 juta
    4. AP (Adhi Purnomo-PPK Kemenpora) Rp250 juta
    5. Oy (Oyong- pihak Kemenpora) Rp200 juta
    6. Ar (Arsani-pihak Kemenpora) Rp150 juta
    7. Nus (Yunus-pihak Kemenpora) Rp50 juta
    8. Suf (Yusuf-pihak Kemenpora) Rp50 juta
    9. Ay Rp30 juta
    10. Ek (Eko Triyanto-staf Kemenpora) Rp20 juta

    JPU KPK Ronald Worotikan mengonfirmasi inisial M dan Ul pada Suradi. Dia mengaku Hamidy tak menjelaskan nama-nama yang dimaksud.

    "Memang pemahaman kami, M itu Pak Menteri (Imam Nahrawi), terus Ul itu Pak Ulum," beber Suradi.

    Miftahul Ulum didakwa menerima suap Rp11,5 miliar. Suap berasal dari Sekretaris Jenderal KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum KONI Johnny E Awuy.

    Suap untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan bantuan dana hibah yang diajukan KONI Pusat kepada Kemenpora. Pengajuan dana termuat dalam proposal dukungan KONI pusat dalam rangka pengawasan, dan pendampingan seleksi calon atlet dan pelatih atlet berprestasi tahun kegiatan 2018. 

    Kedua, proposal bantuan dana hibah kepada Kemenpora dalam rangka pelaksanaan tugas pengawasan dan pendampingan program peningkatan prestasi olahraga nasional pada multi event Asian Games dan Asian Para Games 2018.

    Miftahul didakwa melanggar Pasal 12 huruf a jo Pasal 18 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

    Miftahul turut didakwa menerima gratifikasi Rp8,648 miliar. Uang bersumber dari sejumlah pihak.

    Miftahul didakwa melanggar Pasal 12B ayat (1) jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP. 



    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id