KPK Dinilai Rajin Bikin Kontoversi Ketimbang Proses Perkara

    Fachri Audhia Hafiez - 09 Juli 2020 08:06 WIB
    KPK Dinilai Rajin Bikin Kontoversi Ketimbang Proses Perkara
    Ilustrasi KPK. Medcom.id/Fachri Auhdia Hafiez
    Jakarta: Pengajar Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM) Zainal Arifin menyoroti kontroversi yang kerap ditimbulkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ini berbanding terbalik dengan proses perkara rasuah yang ditangani.

    "KPK lebih rajin produksi kontroversi dibanding proses perkara," kata Zainal dalam diskusi virtual bertajuk 'Mencermati Penegakan Etik Pejabat Publik', Rabu, 8 Juli 2020.

    Ia mencontohkan polemik rapat dengar pendapat (RDP) antara Komisi III DPR dan KPK yang digelar tertutup di Markas Lembaga Antirasuah, Selasa, 7 Juli 2020. Kemudian, aksi Ketua KPK Firli Bahuri menggunakan helikopter mewah untuk perjalanan dari Palembang ke Baturaja, Sumatra Selatan, Sabtu, 20 Juni 2020.

    Komisioner KPK 2019-2023 juga dinilai belum membawa angin segar terhadap upaya pemberantasan dan pencegahan korupsi. Penanganan kasus korupsi dinilai lambat.

    (Baca: ICW: Gedung KPK untuk Kerja Pemberantasan Korupsi Bukan RDP)

    Fungsi Dewan Pengawas (Dewas) KPK terhadap pengawasan kelembagaan juga belum menunjukkan kerja efektif. "Saya tidak lagi menganggap Dewas bisa bekerja, maka lembaga di luar ini bisa mendorong. Saya bayangkan laporan pelanggaran etik, mungkin terpaksa harus kita bawa ke komite lain, KASN (Komisi Aparatur Sipil Negara) misalnya," ujar Zainal.

    Zainal menjelaskan hal-hal tersebut merupakan implikasi dari revisi Undang-Undang KPK Nomor 19 Tahun 2019. Situasi ini merupakan fase new normal. KPK tak lagi buas dalam penegakan etik di internal maupun pemberantasan korupsi.

    "Dulu jualan KPK yang buat kita kagum, angkat topi dan yang luar biasa itu bagaimana KPK menjaga relasi untuk tidak dianggap bisa konflik kepentingan," ujar Zainal.

    (REN)


    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id