Otak Pelemahan Pengawasan OJK di Kasus Jiwasraya Diusut

    Anggi Tondi Martaon - 29 Juni 2020 16:35 WIB
    Otak Pelemahan Pengawasan OJK di Kasus Jiwasraya Diusut
    PT Asuransi Jiwasaraya (Persero). Foto: MI/Ramdani
    Jakarta: Kejaksaan Agung (Kejagung) berjanji mencokok orang yang mengakibatkan lemahnya pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Aktor pelemahan tersebut dianggap sebagai penyebab utama korupsi PT Jiwasraya (Persero).

    "Konsen kami harus ada dan ditemukan siapa termasuk penyebabnya mengapa pengawasan melemah," kata Jaksa Agung ST Burhanuddin dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi III di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 29 Juni 2020.

    Menurutnya, sumber masalah korupsi yang membelit perusahaan asuransi pelat merah itu adalah lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh OJK. Kerugian negara bisa ditekan jika OJK menjalankan tugasnya dengan baik.

    "Seandainya pengawasan oleh OJK benar-benar maka perkara ini tidak akan sebesar seperti saat ini," kata dia.

    Baca: Burhanuddin Mengakui Kelemahan Intel Kejagung Soal Djoko Tjandra

    Burhanuddin menyampaikan, sejauh ini Korps Adhiyaksa baru menetapkan satu tersangka dari pihak OJK. Namun, proses pencarian bakal terus dilakukan menangkap pelaku utama pelemahan pengawasan OJK.

    Kejagung menetapkan Deputi Komisioner Pengawasan Pasar Modal II OJK berinisial FH sebagai tersangka dalam kasus Jiwasraya jilid II. Pada saat kejadian, FH menjabat sebagai Kepala Departemen Pengawasan Pasar Modal 2A periode Februari 2014-2017.

    FH dijerat dengan Pasal 2 ayat (1) subsider Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 jo UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 56 KUHP.



    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id