comscore

ICW Sebut Tuntutan Mati Koruptor Tak Ideal

Candra Yuri Nuralam - 08 Desember 2021 13:16 WIB
ICW Sebut Tuntutan Mati Koruptor Tak Ideal
Ilustrasi pengadilan/Medcom.id/M Rizal
Jakarta: Indonesia Corruption Watch (ICW) kurang sreg dengan tuntutan mati Komisaris Utama PT Trada Alam Minera, Heru Hidayat, di kasus dugaan korupsi PT Asuransi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ASABRI). Hukuman mati diyakini bukan solusi.

"ICW beranggapan hukuman mati bukan merupakan jenis pemidanaan yang ideal bagi pelaku korupsi," kata peneliti dari ICW Kurnia Ramadhana melalui keterangan tertulis, Rabu, 8 Desember 2021.
Kurnia mengatakan hukuman mati belum tentu membuat Indonesia bersih dari korupsi. Belum ada literatur ilmiah terkait hal itu.

Baca: Tuntut Hukuman Mati Koruptor ASABRI, Inovasi Jaksa Agung dalam Penegakan Hukum

"Justru negara-negara yang menempati posisi puncak dalam Indeks Persepsi Korupsi atau dianggap paling bersih dari praktik korupsi tidak memberlakukan hukuman mati," ujar Kurnia.

ICW menilai perampasan aset milik Heru dan hukuman penjara yang berat lebih baik ketimbang tuntutan mati. Heru harus dimiskinkan untuk mengembalikan uang yang sudah dinikmatinya.

"Sayangnya, dua jenis hukuman itu masih gagal diterapkan maksimal. Dalam catatan ICW, rata-rata hukuman koruptor hanya tiga tahun satu bulan penjara. Begitu pula pemulihan kerugian keuangan negara yang sangat rendah," tutur Kurnia.

Heru Hidayat dituntut hukuman mati dalam kasus dugaan korupsi di PT ASABRI. Jaksa menilai hukuman itu pantas untuk Heru.

"Menghukum terdakwa Heru Hidayat dengan pidana mati," kata jaksa penuntut umum (JPU) pada Kejaksaan Agung di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta Pusat, Senin, 6 Desember 2021.

(ADN)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id