comscore

Polisi Selisik Dugaan Ancaman Andi Arief di Medsos

Siti Yona Hukmana - 16 Juni 2021 23:28 WIB
Polisi Selisik Dugaan Ancaman Andi Arief di Medsos
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus. Medcom.id/Siti Yona Hukmana
Jakarta: Polisi meneliti dugaan ancama yang dilontarkan kader Partai Demokrat Andi Arief melalui akun Twitter pribadinya @andiarief_ terhadap mantan kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Dedek Prayudi. Andi dilaporkan ke polisi pada Selasa, 15 Juni 2021.

"Mekanismenya kami meneliti dulu baru ditentukan apakah akan naik penyelidikan atau tidak, " kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu, 16 Juni 2021.
Yusri mengatakan penelitian itu guna melihat ada tidaknya unsur pidana dari cuitan Andi Arief melalui akun Twitternya. Jika ditemukan unsur pidana, laporan akan naik ke tahap penyelidikan.

Polisi akan memeriksa pelapor, saksi pelapor, terlapor, dan saksi ahli jika perkara ini naik ke tahap penyelidikan. Kasus akan naik penyidikan untuk menentukan tersangka jika bukti-bukti dirasa cukup.

"Nanti jeratannya sesuai dengan pasal persangkaaan di Undang-Undang ITE," ungkap Yusri.

Laporan terhadap Andi Arief teregistrasi dengan nomor LP/B/3083/VI/2021/SPKT/Polda Metro Jaya, tanggal 15 Juni 2021. Andi diduga telah melakukan tindak pidana pengancaman melalui media elektronik. Dia disangka melanggar Pasal 27 ayat (4) juncto Pasal 45 ayat (4) dan atau Pasal 29 juncto Pasal 45B Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang ITE.

Baca: Komnas HAM Nilai Tak Cukup Hanya Merevisi 4 Pasal UU ITE

Dedek mengaku tidak nyaman dengan narasi bernada ancaman yang dibuat Andi Arief dalam akun Twitternya. Narasi itu disebut membuat psikis dan keluarga Dedek terganggu.

"Karena ancamannya itu begitu telak ya kemarin itu mau mencari dimana kami tinggal, mau street justice kalau istilah umum itu diartikan sebagai pengadilan jalanan. Di mana pengadilan jalanan itu kan asosiasi umumnya itu adalah kekerasan," ujar Dedek, Rabu, 16 Juni 2021.

Andi Arief mengomentari laporan terhadap dirinya oleh akun Twitter Dedek @Uki23. Dia tidak menyoalkan laporan itu, sebab setiap warga negara berhak membuat laporan polisi.

"Namun, saya perlu meluruskan sebetulnya yang harus melaporkan itu saya. Karena saya tidak tahu menahu perdebatan soal PPN sembako dengan @panca66. Kabarnya Uki kehilangan argumen saat debat," cuit Andi Arief dalam akun Twitter pribadinya @Andiarief_, Rabu, 16 Juni 2021.

(SUR)

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

 

 

 

Komentar

LOADING
Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

  1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
  2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
  3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
  4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

Anda Selesai.

Powered by Medcom.id