Aipda Ambarita Diduga Langgar SOP Penggeledahan

    Siti Yona Hukmana - 20 Oktober 2021 02:20 WIB
    Aipda Ambarita Diduga Langgar SOP Penggeledahan
    Ilustrasi: Medcom.id



    Jakarta: Polda Metro Jaya mengakui ada dugaan kesalahan Aipda (Ajun Inspektur Polisi Dua) Monang Parlindungan Ambarita. Tindakan Ambarita menggeledah ponsel remaja yang viral di media sosial Twitter diduga melanggar standar operasional prosedur (SOP). 

    "Sekarang ini Pak Ambarita diperiksa di Profesi dan Pengamanan (Propam) Polda Metro Jaya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa, 19 Oktober 2021. 

     



    Menurut dia, ada dugaan pelanggaran disiplin dari Aipda Ambarita. Dia tidak memenuhi prosedur saat menggeledah telepon genggam remaja tersebut. 

    "Makanya ini ada dugaan kita akan lakukan pemeriksaan di Propam," ujar Yusri.

    Baca: Alasan Aipda Ambarita Dimutasi ke Humas Polda Metro Jaya

    Yusri menegaskan setiap polisi boleh memeriksa ponsel masyarakat dalam kapasitas penyelidikan. Namun, penggeledahan itu harus sesuai prosedur.

    "Pak Ambarita ini akan kita lakukan pemeriksaan di Propam, kalau ada kesalahan disiplin akan kita tindak tegas," ungkap Yusri. 

    Ambarita dipindah menjadi bintara bidang humas Polda Metro Jaya. Dia sebelumnya bertugas sebagai bintara unit (banit) 51 Unit Pengendalian Masyarakat (Dalmas) Satuan Sabhara Polres Metro Jakarta Timur. Mutasi Ambarita tertuang di Surat Telegram (ST) Nomor: ST/458/X/KEP./2021 tertanggal 18 Oktober 2021. 

    Sebelumnya, viral di media sosial Twitter seorang remaja tidak terima telepon genggamnya diperiksa Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Rustamaji pada Sabtu, 16 Oktober 2021. Remaja itu menyebut informasi dalam handphone (HP) rahasia pribadi. Selain itu, dia tidak melakukan kejahatan. 

    Aipda Ambarita lalu datang menjelaskan penggeledahan ponsel satu wewenang kepolisian dalam pemeriksaan identitas. Ambarita kemudian menanyakan undang-undang privasi kepada remaja tersebut. Bahkan, dia menantang pemuda itu untuk adu data siapa benar dan salah dalam pemeriksaan ponsel. 

    "Tugas polisi memeriksa identitas, enggak dibuat di situ memeriksa KTP, tapi identitas. Tahu kau definisi identitas. Nah, pengenalan identitasnya ini (hp). Harus tahu kami siapa kau, kalau ada rencana pembunuhan di situ (HP), emang saya kenal dengan kau," kata Ambarita dengan nada dan gestur menyudutkan.

    Aipda Ambarita geram dengan remaja itu karena mempermasalahkan pemeriksaan HP. Padahal, dia dan anggotanya tidak mempermasalahkan soal SIM dan STNK. 

    "Kau masalah kecil saja kau permasalahkan. Biar saya ajarin kau. Makanya kau belajar, kalau kau pernah nonton cari datanya apa sih kayak gini, belajar kau, jangan bola aja tonton kau. Orang Indonesia itu harus pintar, jangan katanya-katanya. Kalau enggak ada datanya little knowledge could be dangerous, sedikit pengetahuan mu akan berbahaya," kata Ambarita sambil teriak marah-marah. 


    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id