Pengakuan Eks Staf Ahli Mensos Soal Aliran Dana Vendor Bansos

    Yogi Bayu Aji - 10 Juni 2021 10:07 WIB
    Pengakuan Eks Staf Ahli Mensos Soal Aliran Dana Vendor Bansos
    Ilustrasi: Medcom.id



    Jakarta: Mantan staf ahli eks Menteri Sosial (Mensos) Juliari Peter Batubara, Kukuh Ariwibowo, mengaku tidak mengetahui permintaan fee dari Juliari kepada mantan pejabat pembuat komitmen (PPK) Kemensos Matheus Joko Santoso dan Adi Wahyono. Hal itu dia sampaikan dalam persidangan.

    "Tidak ada," kata Kukuh saat bersaksi untuk terdakwa Juliari di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta, Rabu, 9 Juni 2021.

     



    Kukuh membantah pernah menerima uang dari Matheus maupun Adi terkait commitment fee pengadaan bantuan sosial (bansos) sembako. Meski demikian, Kukuh mengakui pernah menghadap Juliari bersama Matheus dan Adi di ruang kerja menteri. 

    Dalam kesempatan itu, Kukuh mengakui Juliari menanyakan soal progres penyaluran bansos. Namun, dia membantah adanya target pengumpulan fee.

    "Beliau menanyakan progres penyaluran sembako dan percepatannya. (Target pengumpulan fee) tidak ada," imbuh Kukuh.

    Baca: Tim Teknis Bansos Mengakui Pembayaran Honor Cita Citata

    Sementara itu, sejumlah vendor pengadaan bansos covid-19 Jabodetabek mengaku pernah memberikan uang kepada Matheus. Mereka ialah Direktur PT Andalan Pesik International, Rocky Josep Pesik; Direktur PT Global Tri Jaya,Raj Indra Singh; Direktur PT Total Abadi Solusindo, Mochamad Iqbal; dan Direktur PT Era Nusantara Prestasi sekaligus pemilik CV Nurali Cemerlang, Go Erwin.

    "Iya, (ada pemberian) tiga kali 50 juta," ujar Rocky saat dicecar Ketua Majelis Hakim Muhammad Damis soal pemberian fee kepada Matheus. 

    Hal serupa diakui Raj Indra. Dia mengakui memberikan Rp 100 juta kepada Matheus. Uang itu diminta Matheus untuk membantu administrasi.

    "Saat itu saya selesai paket (bansos) ke-7 saya terus diminta beliau (Matheus) bantu anak-anak, untuk adminstrasi. Saya serahkan satu kali," ujar Raj.

    Mochamad Iqbal juga mengakui memberikan uang kepada Matheus dan Adi hingga Rp 400 juta. Diketahui, Matheus dan Adi juga menjadi terdakwa dalam perkara ini.

    "Saya diminta kontribusi untuk kegiatan di Kemensos oleh Adi dan Joko, (mereka) enggak minta Rp400 juta hanya diminta kontribusi, tidak disebutkan jumlahnya, itu hanya sisa dana pribadi saya Yang Mulia," tegas Iqbal.

    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id