Teroris Berencana Rampok Mobil Pengisi ATM

    Lukman Diah Sari - 01 April 2019 15:19 WIB
    Teroris Berencana Rampok Mobil Pengisi ATM
    Teroris. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
    Jakarta: WP alias Sahid, salah satu pelaku teror, terendus polisi berupaya merampok mobil pengisi uang anjungan tunai mandiri (ATM). Dia pun ditangkap di Desa Bojongmalaka, Baleendah, Bandung, Jawa Barat (Jabar), pada 28 Maret 2019.

    Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menerangkan WP masih dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). WP terkait dengan jaringan Lampung dan Sibolga, meski jaringan selnya terpisah. 

    “Keterkaitannya, mereka berkolaborasi di antara jaringan Sibolga, Lampung, dan jaringan JAD di Jabar,” kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta, Senin, 1 April 2019.

    Dedi menerangkan WP beserta jaringan Lampung dan Sibolga berencana menjalankan fa'i atau pengumpulan dana oleh teroris dengan cara merampok di wilayah Jawa Timur (Jatim). Target mereka adalah mobil pengisi ATM. 

    “Mereka sudah merencanakan aksi setelah mendapat uang dari aksi rampokan terhadap mobil membawa uang isi ATM, membeli peralatan dan mereka melakukan amaliah di Jabar dan Jatim,” jelas dia. 

    Menurut Dedi, pelaku telah memetakan mobil-mobil pengisi ATM di Jatim. Namun, target bank dirinci. “Sasarannya kalau sudah dapat uang dari situ mereka akan beli peralatan dan kelompok ini memiliki keahlian merakit bom,” ujar dia.

    Sementara itu, pada Selasa, 19 Maret 2019, Detasemen khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap terduga teroris jaringan Lampung dan Sibolga di Berau, Kalimantan Timur. Terduga teroris yang ditangkap atas nama M alias Abu Arkam.
     
    Baca: 1.800 Anak Pelaku Terorisme Tidak Terjamah Pemerintah

    "Yang bersangkutan terdeteksi dari jejaring komunikasi," kata Dedi, Rabu, 20 Maret 2019.
     
    Dedi mengungkap Abu Arkam merencanakan amaliah dengan sasaran utama aparat keamanan. Abu Arkam, kata Dedi, diketahui rajin berkomunikasi dengan sel teroris lain. Jaringan Abu Arkam memiliki motivasi memburu siapa saja yang menjelekan organisasi teroris ISIS. 

    "Kemudian yang bersangkutan juga dalam hasil komunikasi betul-betul memiliki keinginan kuat untuk sesegera mungkin melakukan amaliah," bebernya.
     
    Dedi mengungkapkan Abu Arkam masih satu jaringan dengan teroris di Lampung dan Sibolga yang ditangkap beberapa hari lalu. Para terduga teroris ini termasuk dalam JAD dan berafiliasi dengan ISIS.




    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id