1,2 Juta Warga Jakarta Mudik, TNI-Polri Antisipasi Arus Balik

    Siti Yona Hukmana - 11 Mei 2021 14:18 WIB
    1,2 Juta Warga Jakarta Mudik, TNI-Polri Antisipasi Arus Balik
    Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran. Medcom.id/Siti Yona



    Jakarta: TNI-Polri menggelar rapat koordinasi (rakor) antisipasi arus balik mudik pada masa libur Idulfitri 2021 di Balai Pertemuan Metro Jaya (BPMJ), Jakarta Selatan. Sebanyak 1,2 juta warga Jakarta tercatat telah mudik dan akan kembali usai lebaran.

    "Untuk mengantisipasi hal tersebut (1,2 juta warga Jakarta telah mudik), kami kemudian melaksanakan rakor pada hari ini," kata Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran di BPMJ, Jakarta Selatan, Selasa, 11 Mei 2021.

     



    Fadil mengungkapkan sejumlah poin disepakati terkait pengamanan arus balik. Pertama, kolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

    "Kolaborasi untuk memperkuat bandara, stasiun, pelabuhan, dan rest area yang menjadi sarana dan prasarana kembali setelah pelaksanaan mudik," ujar jenderal bintang dua itu.

    Kedua, menggelar pemeriksaan swab antigen. Pemeriksaan berkoordinasi dengan Polda dan Kodam di wilayah yang menjadi titik mulai banyaknya pemudik.

    "Seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Tinur. Agar pemudik yang kembali harus memiliki surat swab antigen atau PCR," ungkap Fadil.

    Ketiga, swab antigen gratis kepada masyarakat yang kembali ke Jakarta. Pengecekan virus covid-19 bakala digelar di 21 titik penyekatan dan 21 check point.

    (Baca: Kapolda: 1,2 Juta Warga Jakarta Telah Mudik)

    "Operasi Ketupat Jaya ini adalah operasi kemanusiaan. Nanti di sini juga akan kita siapkan swab antigen," ucap Fadil.

    Keempat, koordinasi dengan Pangdam, Pangkoarmada, Pangkoops untuk memperkuat basis komunitas. Fadil menyebut Pangdam Jaya mempunyai bintara pembina desa (babinsa), Pangkoarmada punya bintara maritim, dan Pangkoops punya bintara dirgantara. Sementara itu, Polri memiliki bhayangkara pembina keamanan dan ketertiban nasyarakat (bhabinkamtibmas).

    "Itu nantinya bertugas melakukan pembinaan kepada masyarakat dalam rangka memutus mata rantai penularan covid-19. Kami sepakat untuk mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki dengan meningkatkan 3T di kampung tangguh dan di PPKM mikro," papar Fadil.

    Fadil menyebut babinsa, bintara maritim, bintara dirgantara, dan bhabinkamtibmas akan mendata masyarakat yang mudik. Kemudian, Polda dan Kodam akan menyiapkan swab antigen.

    "Akan didistribusikan kepada seluruh polres, polsek. Begitu juga dengan Pangdam kepada seluruh kodim dan koranmil," kata mantan Kapolda Jawa Timur itu.

    Poin-poin itu disebut upaya penanganan arus balik di tengah pandemi covid-19. TNI-Polri mendukung kebijakan pemerintah mengendalikan covid-19 dan meminimalisasi dampak virus yang muncul pertama kali di Wuhan, Tiongkok itu.

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id