Terpopuler Nasional, Eks Angggota TGUPP Bakal Diperiksa Hingga Moeldoko Bisa Jadi Ketum Demokrat

    Renatha Swasty - 03 Februari 2021 07:50 WIB
    Terpopuler Nasional, Eks Angggota TGUPP Bakal Diperiksa Hingga Moeldoko Bisa Jadi Ketum Demokrat
    Ilustrasi pemeriksaan. Medcom.id



    Jakarta: Tim Gabungan untuk Percepatan Pembangunan (TGUPP) Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selalu menarik perhatian pembaca. Termasuk, mereka yang sudah tidak lagi bekerja di tim.

    Berita soal pemanggilan mantan anggota TGUPP Marco Kusumawijaya oleh polisi paling menarik perhatian pembaca Medcom.id sepanjang Selasa, 2 Februari 2021. Marco bakal diperiksa terkait kasus dugaan pencemaran nama baik.






    Berita lain yang juga paling banyak dibaca di Kanal Nasional yakni soal kekerasan seksual. Hal itu tak cuma menimpa perempuan tapi juga laki-laki.

    Pembaca paling penasaran soal survei kekerasan seksual terhadap laki-laki sepanjang kemarin. Survei Indonesia Judicial Research Society (IJRS) menunjukkan 33 persen laki-laki mengalami kekerasan seksual.

    Tudingan kudeta Partai Demokrat yang diduga dilakukan Kepala Staf Presiden Moeldoko juga paling menarik perhatian pembaca sepanjang Selasa. Ketua Dewan Pakar Indonesia Maju Institute (IMI), Lukman Edy, menilai Moeldoko layak menduduki kursi ketua umum (ketum) Partai Demokrat.

    Berikut rangkuman berita terpopuler:


    1. Besok, Eks Anggota TGUPP Anies Diperiksa Polisi Terkait Pencemaran Nama Baik

    Marco Kusumawijaya bakal diperiksa polisi pada Rabu, 3 Februari 2021. Marco dimintai keterangan sebagai saksi terlapor dalam kasus dugaan pencemaran nama baik.
     
    "Iya benar (diperiksa besok)," kata Kepala Unit (Kanit) V Subdit IV Tindak Pidana Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya Kompol Immanuel P Lumbantobing saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa, 2 Februari 2021.
     
    Namun, Immanuel belum mau menjelaskan duduk perkara kasus tersebut. Dia akan menjelaskan kasus itu kepada Marco saat bertemu penyidik.

    Baca selanjutnya di sini

    2. Survei: 33% Responden Pria Mengaku Pernah Mengalami Kekerasan Seksual

    Pria rawan mengalami kekerasan seksual. Survei Indonesia Judicial Research Society (IJRS) menunjukkan 71,8 persen dari 2.210 responden pernah mengalami kekerasan seksual.

    Sebanyak 33,3 persen dialami oleh laki-laki. Sedangkan pihak perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual sebanyak 66,7 persen.
     
    "Kita lihat bahwa korban kekerasan seksual tidak hanya perempuan, 33 persen lebih adalah laki-laki," kata peneliti IJRS Dhio Ashar dalam rapat dengar pendapat (RDP) di Badan Legislasi (Baleg) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 2 Februari 2021.

    Baca selengkapnya di sini

    3. Lukman Edy: Moeldoko Halal Jadi Ketum Demokrat

    Lukman Edy menilai Moeldoko layak menduduki kursi ketua umum (ketum) Partai Demokrat. Kursi panas itu kini menjadi milik putra pendiri Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
     
    Menurut dia, di era demokrasi modern sekarang, partai politik sudah terbuka, tidak eksklusif lagi. Bahkan, pindah partai atau lompat partai dihalalkan. Dia menilai sudah banyak banyak contoh tokoh dan kader salah satu partai kemudian pindah dan menjadi pengurus di partai lain.
     
    "Kondisi ini ada hampir di semua partai, bahkan Partai Demokrat sendiri juga banyak pengurusnya pindahan dari partai lain. Apalagi seperti Pak Moeldoko yang belum pernah menjadi pengurus partai politik lainnya, kalau beliau berkeinginan masuk partai politik menjadi anggota bahkan pengurus sekalipun, 100 persen halal dan menjadi hak konstitusional beliau," kata Lukman Edy dalam keterangan tertulis, Selasa, 2 Februari 2021.

    Baca selengkapnya di sini

    (REN)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id