Demo Ricuh dan Berkerumun, KPK Mengajak Semua Pihak Menaati PPKM Level 3

    Candra Yuri Nuralam - 15 September 2021 09:11 WIB
    Demo Ricuh dan Berkerumun, KPK Mengajak Semua Pihak Menaati PPKM Level 3
    Plt juru bicara KPK, Ali Fikri/Antara/M Risyal Hidayat.



    Jakarta: Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengajak semua pihak menaati aturan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3. Lembaga Antikorupsi tak ingin ada aksi massa yang menyebabkan kerumunan apalagi berujung ricuh.

    Ini disampaikan KPK menanggapi aksi massa yang meminta pengadaan proyek Formula E di DKI Jakarta dipantau pada Senin, 13 September 2021. Aksi itu menimbulkan kerumunan dan sempat ricuh.

     



    "Pada masa PPKM covid-19 level 3 yang masih berlaku di wilayah DKI Jakarta ini, penting juga bagi kita untuk bekerja sama mencegah terjadinya kerumuman massa," kata pelaksana tugas (Plt) juru bicara KPK bidang penindakan Ali Fikri melalui keterangan tertulis, Rabu, 15 September 2021.

    KPK menilai kerumunan berbahaya. Kerumunan bisa membuat upaya penurunan angka kasus harian covid-19 yang dilakukan pemerintah gagal.

    Baca: Pejabat Diingatkan Tak Meremehkan Pengisian LHKPN

    Meski begitu, KPK tetap mengapresiasi aspirasi massa yang meminta pengusutan proyek Formula E. Lembaga Antikorupsi hanya menyesalkan cara penyampaiannya.

    "Upaya yang dilakukan KPK melalui integrasi fungsi pencegahan, penindakan, dan pendidikan antikorupsi butuh dukungan penuh dari semua pihak," ujar Ali.

    KPK meminta demo berujung rusuh tidak lagi terjadi. Komisi Antirasuah meminta dugaan penyimpangan dilaporkan tanpa adanya emosi.

    "KPK mendorong agar penyampaian aspirasi berupa pengaduan dugaan tindak pidana korupsi dapat dilakukan melalui saluran pengaduan masyarakat KPK. Hal ini penting agar kami bisa segera memeriksa validitas dan kelengkapan informasi awal yang diadukan," kata Ali.

    Pelaporan bisa juga dilakukan dengan mengakses situs resmi KPK. Pelaporan daring juga disebut lebih baik ketimbang demo dan berakhir dengan kericuhan.

    "Pengaduan melalui saluran online dapat memitigasi risiko keamanan terpaparnya identitas pelapor," ucap Ali.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id