Polisi Kantongi Calon Tersangka Kebakaran Lapas Klas I Tangerang

    Zaenal Arifin - 14 September 2021 18:07 WIB
    Polisi Kantongi Calon Tersangka Kebakaran Lapas Klas I Tangerang
    Ilustrasi kebakaran Lapas Kelas 1 Tangerang (Medcom.id).j



    Jakarta: Direktorat Kriminal Umum (Ditkrimum) Polda Metro Jaya terus mendalami kasus kebakaran di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I Tangerang, Banten. Penyidik Polda Metro Jaya sudah mengantongi nama yang berpotensi menjadi tersangka.

    "Pada Pasal 359 KUHP, yaitu adanya kelalain sehingga mengakibatkan orang meninggal dunia, penyidik menilai sudah ada potensial suspek," kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Polri Brigjen Rusdi Hartono di Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa, 14 September 2021.

     



    Berdasarkan Pasal 359 KUHP, terduga tersangka terancam dijerat pidana penjara 5 tahun. Polisi juga dapat mengenakan Pasal 187 dan 188 KUHP tentang kelalaian kepada terduga tersangka. Namun, penerapan pasal itu masih terus dipelajari.

    "Apabila dipersangkakan pada Pasal 187 dan 188 KUHP, penyidik masih dalam proses pendalaman. Yaitu adanya kesengajaan dan kealpaan," ujarnya.

    Pada Pasal 187 ayat 1 KUHP, berbunyi barang siapa dengan sengaja menimbulkan kebakaran, ledakan, atau banjir diancam pidana penjara paling lama 12 tahun penjara. Sementara itu, Pasal 187 ayat 2 menyatakan dipidana penjara paling lama 15 tahun jika perbuatan tersebut menimbulkan bahaya bagi nyawa orang lain.

    Baca: Polisi Diminta Usut Dugaan Penggunaan Ponsel di Lapas Klas I Tangerang

    Pasal 187 ayat 3 berbunyi dipidana penjara seumur hidup atau selama waktu tertentu paling lama 20 tahun jika perbuatan tersebut menimbulkan bahaya bagi nyawa dan mengakibatkan orang mati. "Sehingga mengakibatkan kebakaran dan tentunya kebakaran itu berdampak pada nyawa orang ini masih didalami penyidik," ujar Rusdi.

    Blok C2 Lapas Klas 1 Tangerang terbakar sekitar pukul 01.45 WIB pada Rabu, 8 September 2021. Api berhasil dipadamkan pukul 03.00 WIB. Sebanyak 48 narapidana yang berada di blok C2 tewas. Selebihnya, mengalami luka berat maupun ringan.
     
    Penyebab kebakaran masih diselidiki. Namun, dugaan sementara karena korsleting listrik. Polisi menemukan titik api di atas plafon.

    (AZF)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id