Bunuh Warga Sipil, Teroris di Yahukimo Gunakan Senjata Rampasan

    Achmad Zulfikar Fazli - 30 Juni 2021 17:58 WIB
    Bunuh Warga Sipil, Teroris di Yahukimo Gunakan Senjata Rampasan
    Teroris Organisasi Papua Merdeka (OPM). Dok Istimewa.



    Jakarta: Kelompok teroris menyerang warga sipil di Kampung Bingki, Kabupaten Yahukimo, Papua. Sebanyak empat orang meninggal dan satu orang luka tembak.

    Kepala Penerangan Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Kolonel Czi IGN Suriastawa mengatakan teroris Organisasi Papua Merdeka (OPM) itu menyerang pekerja tambang dan proyek jembatan PT. Seremoni di Kab. Yahukimo. Penyerang diduga kelompok Tandius Gwijangge alias Tandius Murib.

     



    "Senjata yang digunakan yaitu senjata milik anggota (TNI) yang dirampas mereka saat anggota Satgas melakukan pengamanan proyek di Bandara Nop Goliat Distrik Dekai, Kabupaten Yahukimo," kata Suriastawa dalam keterangan tertulis, Rabu, 30 Juni 2021.

    Aksi teroris OPM tersebut bermula dari penyerangan terhadap anggota satgas yang mengamankan proyek tanggul di Bandara Nop Goliat Dekai, Yahukimo, pada 18 Mei 2021. Penyerangan itu mengakibatkan dua anggota satgas gugur dan dua pucuk senjata hilang dibawa kelompok teroris.

    Menurut Suriastawa, aksi ini membuka mata semua pihak. Kelompok teroris ini merupakan musuh bersama dan harus dilawan bersama agar tidak ada lagi korban.

    "Mereka ini kan teroris, yang tidak ingin Papua dibangun menjadi maju dan sejahtera, serta menjadikan masyarakat sipil sebagai korban aksi-aksi terornya," tegas Suriastawa.

    Baca: Polda Papua Lakukan Pendekatan Kesejahteraan di Wilayah Rawan KKB

    Sementara itu, anggota Komisi I Bobby Adhityo Rizaldi mengecam aksi teror  tersebut. Dia berharap aparat segera menangkap pelaku dan aktor intelektualnya.

    "Datanya (daftar kelompok teroris) kan, katanya sudah ada semua. Termasuk aliran-aliran dana ke teroris ini. Jadi jangan sungkan-sungkan, kejar dan tangkap pelakunya dan aktor intelektual di belakangnya," kata Bobby.

    Menurut Bobby, aparat keamanan juga perlu mengevaluasi operasi keamanan di Yahukimo. Gerakan teroris di kawasan itu dinilai cukup intens.

    Bobby menyinggung soal dana otonomi khusus (otsus) yang tengah digodok. Politikus Partai Golkar itu berharap dana otsus tidak lagi diselewengkan.

    "Solusi untuk masalah Papua ini, baiknya bukan diberikan uang kas seperti Dana otsus. Tapi hendaknya dalam bentuk Pembangunan otsus, karena rawan bocor. Pendanaan teroris di Papua ini harus segera diungkap dan tangkap aktor-aktornya," ujar Bobby.

    (JMS)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id