Polri Belum Berencana Konfrontasi Novel dengan Tersangka

    Whisnu Mardiansyah - 07 Januari 2020 13:06 WIB
    Polri Belum Berencana Konfrontasi Novel dengan Tersangka
    Penyidik KPK Novel Basweddan diperiksa di Polda Metro Jaya. Foto: Medcom.id/Yurike Budiman
    Jakarta: Polisi belum berencana mengonfrontasi penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan dengan penyerangnya, RM dan RB. Isu konfrontasi mucul mengingat tersangka disinyalir dendam, sedangkan Novel tak mengenal para pelaku.

    "Sementara belum ada (kemungkinan konfrontasi)," kata Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Mabes Polri Brigadir Jenderal (Brigjen) Argo Yuwono di Mabes Polri, Jalan Trunujoyo, Jakarta Selatan, Selatan, 6 Januari 2019.

    Sejauh perkembangan pemeriksaan, kata Argo, penyidik belum membutuhkan keterangan saksi tambahan dalam kasus ini. Penambahan saksi menunggu pengembangan kasus berdasarkan keterangan Novel.

    Dalam pemeriksaan kemarin, Novel dicecar 56 pertanyaan oleh penyidik seputar kronologi penyiraman air keras yang menimpanya. Dia dikorek soal detail kegiatannya sebelum insiden itu terjadi.

    "Garis besar pemeriksaan berkaitan dengan apa yang dialami korban mulai dari ke luar rumah, berjalan sampai dia mengalami penyiraman dan melakukan pertolongan pertama yaitu basuh muka dengan air," jelas dia.

    Keterangan Novel, kata Argo, menjadi bahan pengembangan kasus. Informasi ini disinkronisasi dengan keterangan saksi dan barang bukti yang telah dikumpulkan penyidik.

    "Mudah-mudahan cepat selesai dan jika tidak ada perkembangan lagi kita kirim berkas perkaranya," pungkas dia.

    Novel Baswedan disiram air keras oleh dua orang tak dikenal pada Selasa, 11 April 2017. Penyidik senior KPK itu menjadi korban teror usai salat Subuh di Masjid Jami Al Ihsan, Pegangsaan Dua, Kelapa Gading, Jakarta Utara.
     
    Pada eranya, eks Kapolri Jenderal Tito Karnavian membentuk Tim Pencari Fakta membedah kasus Novel. Tim yang terdiri dari beragam ahli itu menyimpulkan penyerangan terkait pekerjaan Novel sebagai penyidik KPK.
     
    Pengusutan kasus Novel kemudian dilanjutkan Tim Teknis yang bekerja mulai Kamis, 1 Agustus 2019. Tim yang berisikan personel dengan beragam kemampuan khusus ini bekerja secara senyap.
     
    Dua polisi penyerang Novel, RM dan RB, akhirnya ditangkap Kamis, 26 Desember 2019. RB, tersangka penyiram air keras, sempat berteriak mencela Novel saat digiring ke Rumah Tahanan (Rutan) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.
     
    "Tolong dicatat saya enggak suka sama Novel karena dia pengkhianat," ungkap RB, Sabtu, 28 Desember 2019.





    (OGI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id