Berkarya tak Keberatan Diperiksa KPK

    M Sholahadhin Azhar - 24 Januari 2020 04:00 WIB
    Berkarya tak Keberatan Diperiksa KPK
    Ketua DPP Berkarya Badaruddin Andi Picunang. Foto: MI/ Rommy Pujianto
    Jakarta: Ketua DPP Berkarya Badaruddin Andi Picunang menyatakan pihaknya tidak keberatan diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Menurut dia, saat ini Berkarya sedang bersih-bersih.

    "Bila sekjen Priyo Budi Santoso dan salah satu Ketua Vasco Ruseimi sesuai berita di media terbukti ikut dalam korupsi Al-qur'an dengan segala hormat agar meletakkan jabatannya di Berkarya, kasihan partai ikut terbawa-bawa nantinya," kata Badaruddin, Kamis, 23 Januari 2020. 

    Dia merespons pernyataan eks Ketua Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) Fahd El Fouz yang akan membuka peran Sekjen Berkarya Priyo Budi Santoso dan Ketua DPP Berkarya Vasco Ruseimy dalam kasus korupsi pengadaan Al Quran di Kemenag pada 2011.

    Menurut Badaruddin, isu ini yang dihembuskan lawan politik Berkarya pada Pileg 2019. Ujungnya, partai tersebut tidak lolos ambang batas empat persen untuk melenggang ke DPR.

    "Partai Berkarya desak KPK periksa petingginya bila ada indikasi keterlibatan di kasus Al-qur'an," tegas Badaruddin.

    Dia mendukung sepenuhnya langkah KPK untuk membuktikan semua pernyataan Fahd. Badaruddin ingin pihak-pihak bermasalah diamputasi dari tubuh partai.

    "Lagian ini pascapemilu 2019 tak pernah ada rapat evaluasi, banyak masalah internal perlu diperbaiki," kata dia.

    KPK sebelumnya memeriksa eks Ketua AMPG Fahd El Fouz. Mantan terpidana korupsi proyek pengadaan laboratorium komputer dan Alquran di Kementerian Agama tahun 2011 ini akan blak-blakan soal Priyo Budi Santoso.

    "Saya apa yang saya jalani, semua saya sampaikan ke penyidik. Tidak ada yang ditutupi. Makanya saya mendapatkan surat JC (justice collaborator) kemarin karena saya terbuka dan sudah saya kembalikan apa yang saya terima," ucap Fahd.

    Fahd sedianya diperiksa sebagai saksi untuk Pejabat Pembuat Komitmen Ditjen Pendis Kemenag Undang Sumantri. Tak hanya Soal Priyo, Fahd akan membuka peran politikus Partai Berkarya Vasko Ruseimy dan pihak swasta Syamsurachman. Mereka berdua disebut menerima fee dalam putusan hakim terkait kasus tersebut.

    "Saya senang sekali berarti KPK tidak tebang pilih untuk proses, nama-nama yang saya sebut kemarin diproses. Cukup senang saya dipanggil hari ini, berarti tidak tebang pilih dan saya akan jelaskan terang benderang yang saya jelaskan di pengadilan. Tidak ada yang berubah," kata Fahd.



    (SCI)

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id