Polri Diminta Larang Pertandingan Liga 1 dan Liga 2

    Siti Yona Hukmana - 24 September 2020 10:36 WIB
    Polri Diminta Larang Pertandingan Liga 1 dan Liga 2
    Ilustrasi. Medcom.id
    Jakarta: Polri diminta tidak memberi izin pelaksanaan pertandingan sepak bola Liga 1 dan Liga 2 pada awal Oktober 2020. Sebab, pertandingan dikhawatirkan akan menimbulkan klaster baru virus korona (covid-19).

    "Dilarangnya liga 1 dan 2 pada awal Oktober ini, sama artinya Polri akan menyelamatkan pelaksanaan Piala Dunia U-20 di Indonesia pada pertengahan 2021 mendatang," kata Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane melalui keterangan tertulisnya, Kamis, 24 September 2020.

    Neta memandang Polri memiliki kewenangan melarang pertandingan sepak bola tersebut. Polri, kata dia, bisa mengizinkan PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk melanjutkan kompetisi Liga 1, yang akan dimulai 1 Oktober 2020. Kemudian Home Tournament Liga 2 yang digelar di empat kota yakni Medan, Riau, Lampung dan Cilacap, pada 17 Oktober 2020.

    "Jika LIB tetap menggelar Liga 1 yang dipusatkan di Yogyakarta bagi enam klub di luar Jawa, seperti Persiraja Banda Aceh, Barito Putra, Borneo FC, Bali United, PSM Makassar, dan Persipura Jayapura, dikhawatirkan akan melahirkan klaster baru pandemi covid-19," kata Neta.

    Baca: Ada 1.146 Klaster Covid-19 di Indonesia

    Neta menilai pelarangan pertandingan sepak bola sejalan dengan instruksi Presiden Joko Widodo yang mengutamakan masalah kesehatan dan kemanusian, ketimbang ekonomi. Kemudian, menerapkan maklumat Kapolri Jenderal Idham Aziz tentang semboyan 'Salus Populi Suprema Lex Esto' artinya Keselamatan Rakyat Merupakan Hukum Tertinggi.
     
     

    Neta mengatakan tak ada yang bisa menjamin absennya suporter ke stadion di Yogyakarta saat Liga 1 dan Liga 2 bergulir. Dia memperkirakan akan terjadi indikasi klaster-klaster baru di kota besar.

    "Tentunya ini bertolak belakang pada sikap semua kepala daerah yang sudah memberi instruksi kepada bawahannya untuk menjalankan protokol kesehatan secara ketat," ucap Neta.

    Neta meyakini FIFA akan mempertimbangkan kembali Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 jika LIB dan PSSSI membandel. Piala Dunia U-20 yang diikuti 23 negara dijadwalkan pada 20 Mei - 14 Juni 2021.

    "Sebab pemerintah Indonesia dinilai tidak mampu menurunkan penyebaran virus korona. Apalagi sampai hari ini, tingkat kematian bertambah, kenaikan yang terkena covid-19 di Indonesia juga semakin besar," kata dia.

    Menurut Neta saat ini 59 negara telah me-lockdown Indonesia karena melonjaknya angka covid-19 dan penyebaran virus yang seakan tidak bisa dikendalikan. Maka itu, dia menilai lebih baik Polri melakukan pencegahan untuk tidak memberi izin kepada liga 1 dan 2.

    "Tujuannya agar Piala Dunia U-20 bisa diselamatkan dan berlangsung di Indonesia yang diikuti 23 negara, daripada dibatalkan FIFA karena pemerintah Indonesia tak mampu mengendalikan pandemi covid-19," tegas dia.

    (JMS)
    • Halaman :
    • 1
    • 2
    Read All

    Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

    Komentar

    LOADING
    Cara untuk mendapatkan Berita terbaru dari kami.

    Ikuti langkah berikut ini untuk mendapatkan notifikasi

    1. Akses Pengaturan/Setting Browser Anda
    2. Akses Notifications pada Pengaturan/Setting Browser Anda
    3. Cari https://m.medcom.id pada List Sites Notifications
    4. Klik Allow pada List Notifications tersebut

    Anda Selesai.

    Powered by Medcom.id